Gotong-Royong

PELAKSANAAN BULAN BHAKTI GOTONG ROYONG MASYARAKAT DESA BANJAREJO KECAMATAN DAGANGAN KABUPATEN MADIUN TAHUN-2009

 

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Sebagai tindak lanjut hasil rapat di BPMD Kabupaten Madiun dan Peraturan Mendagri Nomor 42 tahun 2005, Surat Mendagri No : 410/133/SJ, dan surat Gubernur Jawa Timur tanggal 10 September 2007 Nomor : 460/11684/031/2007 tentang Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tahun 2008, maka dipandang perlu untuk meneruskan kegiatan ini ke tingkat Desa se Wilayah Kecamatan Dagangan dengan mempertimbangkan bahwa potensi, sumber daya, sarana dan prasarana yang ada di masing-masing Desa yang mempunyai kesamaan, kemiripan dan perbedaan. Disamping hal tersebut diatas, mengingat masing-masing Desa mempunyai kegiatan yang berbeda maka perlu adanya penyesuaian dengan jenis kegiatan yang dilaksanakan dengan harapan akan bermanfaat oleh semua fihak.

DASAR PELAKSANAAN

  • Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah; Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
  • Keputusan Presiden Nomor 49 tahun 2001 Penataan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa ( LKMD ) atau sebutan lain;
  • Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat;
  • Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 410/133/SJ Tanggal 23 Januarim 2007 perihal Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat;
  • Surat Gubernur Jawa Timur Nomor : 414/3020/206/2007 prihal Petunjuk Teknis Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tahun 2007; Surat Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat tanggal 18 Mei 2009 Nomor 414.1/722/402.206/2009; tentang Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tahun 2009.

TUJUAN DAN SASARAN

  1. Tujuan Meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan menuju pada penguatan, integritas sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan serta memelihara hasil-hasil pembangunan wilayah Kecamatan Dagangan.
  2. Sasaran Meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat, peran aktif masyarakat dalam pembangunan serta meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap hasil-hasil pembangunan di Kecamatan Dagangan, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan.

 ===============================================

BAB II

PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN

PERSIAPAN

Kegiatan Bulan Bhakti Gotong royong Masyarakat dilaksanakan di masing-masing Desa yang meliputi kegiatan :

  1. Musyawarah Desa / Kelurahan yang dipimpin oleh Kepala Desa untuk persiapan sekaligus penjelasan tentang Bulan Bhakti Gotong Royong masyarakat, yang diikuti oleh pengurus RT / RW, Tokoh Masyarakat, Tim Penggerak PKK Desa, Pemuda dan lembaga Kemasyarakatan lainnya.
  2. Penetapan kegiatan-kegiatan selama Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang menjadi prioritas di masing-masing Desa.
  3. Membentuk seksi-seksi sebagai koordinator Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang telah ditetapkan secara musyawarah.
  4. Penyusunan dan Penetapan jadwal kerja kegiatan.

SOSIALISASI

Dalam Rangka memasyarakatkan Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Kecamatan Dagangan, perlu diadakan sosialisasi dan di informasikan kepada masyarakat melalui rapat Kepala Desa yang antara lain : Pemasangan Brosur spanduk pada tempat-tempat strategis di Desa dan Ibukota Kecamatan selama berlangsungnya Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dengan melibatkan dunia usaha di Kecamatan.

PELAKSANAAN

Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat agar dilakukan secara terpadu dan dikembangkan dengan upaya “PENGENTASAN KEMISKINAN” serta dapat Memanfaatkan sumber-sumber dana pembangunan yang dialokasikan di Desa, sebagai pendorong motivasi keswadayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Kegiatan yang dilaksanakan di setiap Desa disesuaikan dengan prioritas kebutuhan masyarakat, antara lain sebagai berikut :

  • Bidang Kemasyarakatan antara lain meliputi :
    • Penguatan sistem keamanan lingkungan,
    • Pembangunan dan pemeliharaan Pos Keamanan Lingkungan,
    • peningkatan satuan pengamanan sipil (Hansip) dan satuan
    • perlindungan masyarakat di Desa, penegakan ketentraman dan ketertiban masyarakat
    • serta penyuluhan hukum yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat melalui :
      • Mengaktifkan pelaksanaan ronda malam.
      • Peningkatan keamanan terpadu antara RT / RW dan Desa.
      • Pembangunan pos-pos keamanan lingkungan
      • Perbaikan pos keamanan yang kurang sempurna.
      • Peningkatan kemampuan keamanan melalui pembekalan pengetahuan kesamaptaan dan sejenisnya.
      •  Pemasyarakatan Kadarkum.
      • Penyuluhan ttg ideologi Negara, wawasan Kebangsaan serta persatuan dan kesatuan Nasional melalui pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bela Negara, persatuan dan kesatuan masyarakat.
      • Penyuluhan tentang Kesadaran membayar pajak melalui pemahaman terhadap arti pentingnya membayar pajak, waktu pembayaran dan denda keterlambatan.
      • Menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa serta gotong royong dan swadaya seperti melakukan bersih Desa, gugur gunung dan kegiatan pembangunan secara bersama-sama warga masyarakat. Kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan bidang kemasyarakatan.
  • Bidang Ekonomi antara lain meliputi kegiatan :
    • Penguatan peranan koperasi dalam mendukung perekonomian masyarakat antara lain melalui pemasyarakatan manfaat bagi anggota koperasi, penggalangan anggota koperasi baru, penganekaragaman kegiatan usaha koperasi.
    • Fasilitas pengembangan usaha mikro dan usaha kecil masyarakat antara lain melalui kemudahan akses modal, alih teknologi produksi dan budidaya, pemasaran produk dan pelatihan kewirausahaan.
    • Fasilitas pengembangan usaha simpan pinjam ( UED-SP ) melalui penambahan modal, bekerjasama dengan pihak lain yang terkait, lembaga keuangan Pemerintah dan swasta yang dapat memberikan bunga rendah. Pengembangan budidaya pertanian tanaman pangan dan holtikultura melalui teknologi tepat guna sesuai dengan kondisi dan struktur tanah serta iklim masing-masing daerah.
    • Pengembangan budidaya menabung dikalangan masyarakat melalui kampanye gemar menabung sejak dini yaitu mulai dari anak-anak, remaja dewasa dan orang tua.
    • Pembangunan dan perbaikan prasarana perekonomian masyarakat seperti Bendungan, saluran irigasi, lumbung pangan masyarakat, jalan desa dan prasarana perekonomian masyarakat lainnya.
    • Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi.
  • Bidang Sosial Budaya dan Agama antara lain meliputi kegiatan :
    • Penyuluhan Kesehatan seperti : Kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan / sanitasi, kesehatan reproduksi remaja, bnahaya narkoba dan bahaya HIV/AIDS.
    • Pelayanan kesehatan masal seperti : pelayanan terpadu posyandu untuk ibu dan anak, imunisasi dan lainnya.
    • Bantuan bagi orang tua lanjut usia seperti : pemeriksaan gratis pada lansia, pemberian sembako dan lainnya.
    • Lomba kesehatan seperti : lomba makanan sehat dan bergizi, lomba balita sehat dan lainnya.
    • Pembangunan dan pemeliharaan prasarana kesehatan seperti sarana dan prasarana posyandu.
    • Pembangunan sarana dan prasarana olah raga.
    • Perlombaan dan pertandingan olah raga melalui kompetisi antar desa.
    • Pertemuan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dan remaja Masjid.
    • Perlombaan dan pertunjukan seni dan budaya melalui pagelaran seni terutama untuk pengembangan dan pelestarian seni agama dan tradisional.
    • Pembangunan dan pemeliharaan sara ibadah. Kegiatan lainnya yang bersangkutan dengan bidang sosial, budaya dan agama.
  • Bidang lingkungan hidup meliputi :
    • Pembangunan & pemeliharaan prasarana lingkungan melalui pembuatan prasarana lingkungan yang dibutuhkan oleh masyarakat serta perbaikan prasarana lingkungan yang belum memadai.
    • Pembangunan dan pemeliharaan selokan kanan kiri jalan. Penyehatan pemukiman seperti pemugaran rumah penduduk yang tidak layak huni, plesterisasi dan lainnya.
    • Penyuluhan tentang kesehatan lingkungan melalui pertemuan, siaran keliling untuk meningkatkan pemahaman betapa pentingnya kesehatan.
    • Konservasi, rehabilitasi, pemanfaatan lahan kosong seperti penanaman kembali hutan yang gundul serta pemasyarakatan tentang larangan penebangan kayu secara liar.
    • Kegiatan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan.

 

===============================================

BAB III

PENGORGANISASIAN TINGKAT KECAMATAN

Dalam rangka pengorganisasian kegiatan Camat perlu :

  1. Membentuk Tim Koordinasi Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tingkat Kecamatan yang anggotanya terdiri dari unsur dunia usaha dan lembaga kemasyarakat lainnya serta memperhatikan peran aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan dan pemuda dalam pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat;
  2. Memfasilitasi Pemerintah Desa dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ;
  3. Melakukan pengendalian selama Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Desa wilayahnya ;
  4. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat kepada Bupati Madiun dengan tembusan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Madiun.

===============================================

 

BAB IV

PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH

A. PERMASALAHAN

Kegiatan ini timbul adanya permasalahan yaitu biaya penyelenggaraan yang selama ini dari swadaya masyarakat Desa sehingga kegiatannyapun menyesuaikan bersamaan dengan kegioatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan Bulan Bhakti Gotong Royong.

B. PEMECAHAN MASALAH

Langkah-langkah yang diambil oleh Desa dimungkinkan kegiatan ini bergabung dengan kegiatan yang ada di lingkungan RT dan RW sehingga pendanaannya juga ikut bergabung dan akan lebih efisien.

===============================================

 

BAB V

KESIMPULAN & SARAN

Semua kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dilaksanakan secara serempak oleh semua Desa sehingga dapat dinikmati hasil-hasilnya secara merata baik langsung maupun tidak langsung. Untuk kedepannya kegiatan ini bisa dianggarkan melalui Pemertintah Daerah sehingga hasilnya lebih kelihatan dan optimal.

===============================================

BAB VII

 PENUTUP

Petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ini agar pelaksanaannya di Desa dapat diselenggarakan dengan baik utamanya dalam rangka pengembangan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan kweputusan pembangunan Desa sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat, dalam rangka pengentasan kemiskinan untuk mendukung Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dimaksud diharapkan setiap badan/Dinas/instansi terkait yang memiliki program kegiatan masuk Desa agar melaksanakan kegiatan-kegiatan konkit serta melakukan monitoring, evaluasi dan mengupayakan pengembangan serta keseimbangan program.

Banjarejo, 28 Mei 2009

Kepala Desa Banjarejo

ttd.

Drs. H. MAHIDIN

DATA USULAN KEGIATAN BULAN BHAKTI GOTONG ROYONG MASYARAKAT TAHUN 2009 NO Sumber Dana APBD Swadaya 1. Banjarejo Sosialisasi Kerja Bakti Rehab Selokan Pengajian 50 Orang 80 Orang 10 M3 25 orang RT 01 s/d 08 Jalan poros Kanan kiri jalan RT 01 s/d 08 250.000,- 100.000.- 400.000.- 100.000.- 100.000.- 200.000.-

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s