133 Mutiara Hikmah (Islam)

KATA-KATA MUTIARA ISLAMI

  1. Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan yang sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika ia marah (Nabi Muhammad Saw.)
  2. Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai (Imam Ali RA) Siapa mengenal dirinya ia akan mengenal Tuhannya (Nabi Muhammad SAW)
  3. Kehadirankau di dunia hanyalah bagaikan pengelana yang berjalan di bawah terik matahari, lalu berteduh di bawah pohon beberapa saat, dan segera meninggalkannya untuk melanjutkan perjalanan (Muhammad Saw)
  4. Istafti qalbak, Mintalah fatwa pada hatimu (Nabi Muhammad Saw)
  5. Doa adalah senjata (alat kerja) orang beriman (Nabi Muhammad Saw.)
  6. Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lengah dan ragu (Nabi Muhammad Saw)
  7. Siapa mengenal dirinya ia akan mengenal Tuhannya (Nabi Muhammad SAW)
  8. Perang terbesar adalah melawan diri kita sendiri (Nabi Muhammad Saw.)
  9. Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)
  10. Aku (Allah) berkata kepada semua penduduk langit dan bumi : “Mintalah kepada-Ku!” Auk pun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya (HR. Ibnu Hasan)
  11. Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas (Ali bin Abi Thalib)
  12.  “Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku,karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku” (Hasan Al-Basri)
  13. Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempata untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa. Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik. (Ziyadaturrahmah)
  14. Jika kau memerlukan nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmatmu. Jika kau memerlukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu. Dan jika kau memerlukan pengajaran, cukuplah maut itu sebagai pengajaran bagimu (Ali ibn Abi Thalib)
  15. Semua ada di dalam dirimu. Mintalah melalui dirimu sendiri (Jalaluddin Rumi)
  16. Dialah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada, Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak (Jalaluddin Rumi)
  17. Ukhuwah yang terbina biarlah seperti seutas tasbih. Ada awal, tapi tiada akhir. Dicipat untuk mengingat-Nya dan disusun untuk mengharap ridha-Nya (Tri Looke)
  18. Wanita shalelah itu perhiasan yang indah, ia lembut tapi tidak lemah, mempesona tapi tetap bersahaja. Ia tahu bagaimana menjaga diri dan keluarga, mengerti bagaimana menjaga akhlak dan kemuliaannya. Ilmunya telah mengangkatnya ke derajat yang lebih dari wanita lain. Mendampinginya merupakan anugerah terindah (Abu Mushab)
  19. Cukuplah seseorang dikatakan berilmu jika ia takut kepada Allah, dan cukuplah seseorang dikatakan bodoh jika ia bangga dengan amalnya (Arni Wijaya)
  20. Musibah yang diterima dengan sabar – hanya mengharap – ridha Allah semata, adalah lebih bagimu daripada nikmat yang membuatmu lupa kepada-Nya (Maulana Hizby)
  21. Tegakkan syariat mulai dari diri kita, bercerminlah sejauh mana kita menjalankannya, seberapa besarkah pengorbanan kita untuknya, setinggi apakah kita mengharap ridha-Nya (085290701***)
  22. Janganlah engkau bebani dirimu dengan hari esokmu, bukankah Allah telah menentukannya untukmu? Maka berusaha dan bersabarlah (Kassiyah)
  23. Tidak ada harga untuk waktu, tapi ia sangat berharga. Memiliki banyak waktu tidak menjadikan kita kaya, tapi menggunakannya dengan benar adalah sumber kekayaan (085279972***)
  24. Percayalah bahwa yang singkat adalah waktu, yang dekat adalah amanah, yang sulit adalah ikhlas, yang akan diinvestasi adalah apa yang kita kerjakan, yang paling bijak adalah saling memaafkan (Aneuk Meutuah)
  25. Islam itu asasnya Syahadat. Tiangnya shalat. Puncaknya jihad. Maka jadilah kamu orang yang mendakwahkan azasnya. Yang memperkokoh tiangnya. Yang berjuang di puncaknya. Atau salah satu darinya. Kalau tidak, kamu pasti merugi. (Mahyuddin HH.)
  26. Kesuksesan itu bukan berapa banyak harta kita kumpulkan, tapi kesuksesan adalah berapa banyak harta yang bisa kita sedekahkan (Toro)
  27. Kelalaian itu merupakan keburukan dan dzikrullah merupakan kemenanga. Tidak ada kebaikan dalam hidup tanpa persaudaraan karena Allah. Kadang seseorang bisa lupa karena harta yang dia lihat atau emas yang dia beli tetapi ia tidak akan melupakan seseorang yang dia cintai karena Allah (Jun)
  28. Semakin bertambah keilmuan dan kekayaan seseorang, akan makin besar pula amanah yang diemban olehnya. Tirulah padi, semakin berisi semakin merunduk (Abdullah Ibn Adam)
  29. Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang yang mau melakukannya, namun kebenaran adalah apa saja yang mencocoki Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus salih (Anisya LM)
  30. Perbanyaklah menanam kebaikan meskipun orang yang menerima kebaikan itu tidak membalas seperti yang kita tanam, pasti akan dipanen hasilnya, entah sekarang atau esok, atau mungkin jadi ladang amal di akhirat kelak (Gilang)
  31. Apabila kesusahan datang menerpa diri dan kecemasan bertumpang tindih menghimpit Anda, ucapkanlah “Laa Ilaah Illallaah” (Maidi)
  32. Menjadi penolong agama Allah adalah satu-satunya profesi yang selalu membuka lowongan bagi pekerja baru. Setiap saat, setiap hari, sepanjang matahari masih terbit dari timur. Namun menyambung pekerjaan Rasul bukanlah pekerjaan yang mudah (Ridhwan)
  33. Empat hal yang dipandang sebagai ibu : Ibu dari segala obat adalah sedikit makan. Ibu dari segala adab adalah sedikit bicara. Ibu dari segala ibadah adalah takut dosa. Ibu dari segala cita-cita adalah sabar. (Key)
  34. Meminta maaf jangan membuat diri kita menjadi hina. Memberi maaf jangan membuat kita merasa bangga. Tapi saling memaafkan itulah yang mulia (Silvana)
  35. Jika lidah selalu basah dengan dzikrullah, jika pikiran selalu tertuju pada keinginan untuk mendapat Ridha Allah, maka bersiaplah untuk manisnya iman dan nikmatnya ibadah (Rudi)
  36. Sebaik-baik manusia adalah orang yang jika dilihat maka dapat mengingatkan kepada Allah (Zahwa)
  37. Sebaik-baik manusia adalah yang sedikit bicara banyak berbuat kebaikan. Seburuk-buruk manusia adalah yang banyak bicara namun sedikit berbuat kebaikan (Azis)
  38. Kita harus menyadari bahwa yang lebih berhak atas diri kita hanyalah Allah swt. Sang Khalik. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dengan apa yang diberikannya, apapun itu (Asih)
  39. 44.   Pemberian paling utama dan paling jernih adalah dari mereka yang tidak memiliki sesuatu pun, tetapi mereka mengetahui nilai kata-kata dan senyuman. Berapa banyak orang yang memberi tetapi seakan-akan bukan pemberian yang mereka hadiahkan, melainkan tamparan. Tersenyumlah untuk bahagia. (Asta Qauliyah)
  40. 45.   Pertanda pagi adalah terang tanah yang membuat kita tidak sekadar bisa membedakan pohon ara dari pohon persik tetapi ketika kita mampu melihat wajah sesama seperti bagian diri kita. Sebelum kita mampu melakukannya, tak peduli jam berapa pun, hari masih yang sebenarnya. (Asta Qauliyah)
  41. 46.   Krisis tidak mengubah manusia. Krisis memunculkan manusia yang sebenarnya dalam diri seseorang. Jika engkau ingin tahu karakter seseorang, jangan lihat dia tatkala segala sesuatu berjalan dengan baik atau biasa-biasa saja. Bisa jadi itu hanya sebuah kemasan luar. Lihatlah bagaimana reaksi dan sikapnya ketika krisis menghampiri hidupnya. Tingkah lakunya dan kata-kata yang keluar dari mulutnya, itulah diri dia yang sebenarnya. (Asta Qauliyah)
  42. 47.   Tidak sedikit manusia yang dibawa ke tempat hidup yang mengagumkan bernama rendah hati, justru karena pernah kalah berulang-ulang. Kesempurnaan juga serupa. Tidak ada satupun kesempurnaan yang tidak melalui tahapan salah, kalah, salah, kalah….dan sekali lagi kalah… (Asta Qauliyah)
  43. 48.   Kecantikan bukanlah pada pakaian, bentuk tubuh dan cara dia menyisir, tapi pada matanya; cara dia memandang dunia. Di sana terdapat gerbang menuju setiap hati manusia dimana cinta dapat berkembang. Kecantikan bukan karena kehalusan wajahnya tapi kecantikan murni yang terpancar pada jiwanya yang dengan tulus hati memberikan perhatian dan cinta. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang masa. (Asta Qauliyah)
  44. 49.   Sesusah apa pun kita, pasti ada yang lebih susah. Dan sekaya apapun kita, pasti merasa belum puas. Maka, rasakanlah cukup apa yang ada daripada apa yang tiada. (Asta Qauliyah)
  45. 50.   Saat kita dalam keadaan susah, kita merasa yang tersusah di dunia. Tetapi saat mendapat kesenangan, kita masih saja ingin seperti orang lain. (Asta Qauliyah)
  46. 51.   Manusia jauh melebihi ciptaan lain, perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali dan diampuni. Jagan pernah kucilkan seseorang dari hatimu, ingatlah senantiasa suatu ketika Anda butuh pertolongan. Akan senantiasa ada tangan terulur untukmu dan seiring waktu Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan; satu untuk menolong diri sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain. (Asta Qauliyah)
  47. 52.   Kesedihan hanyalah petunjuk adanya kedangkalan. Semakin dangkal pemahaman seseorang akan kehidupan, semakin sering kesedihan berkunjung. (Asta Qauliyah)
  48. 53.   Aku katakan kepada hatiku ketika ia diserang oleh kekhawatiran, berbahagialah karena sebagian besar kekhawatiran itu bohong… (Asta Qauliyah)
  49. Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan kerjakan tiga hari kemudian (Abdullah Ibnu Mubarak)
  50. Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan setan. Setan suka mendorong dirimu untuk berniat melakukan amal saleh. Namun, dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata. Setan mengetahu bahwa jika orang Mukmin melakukan amal saleh, dia mendapat pahala berlipat. Sebab niat melakukan amal salehnya dihitung sebagai satu kebaikan. Karena itu setan tidak rela melihat orang Mukmin mendapat dua pahala sekaligus. Engkau jagan terjebak dalam pelamunan. Pelamunan hanyalah angan-angan melakukan kebaikan tanpa dibarengi dengan tekat untuk melaksanakannya. Niat yang dihitung sebagai kebaikan adalah niat yang dilaksanakn secara nyata dan niat yang terhalang suatu uzur ketika engkau hendak melaksanaknnaya ( Tsabit Al-Bannani )
  51. Perbanyaklah niat melakukan kebaikan. Sebab niat melakukan kebaikan termasuk amalan yang baik bagi orang Mukmin. Berniat melakukan kebaikan adalah perbuatan yang tak tampak sehingga selamat dari riya. Namun inggatlah meskupun niat melakukan kebaikan tidak kelihatan oleh mata , ia dapat terserang penyakit ujud. Hati-hatilah dengan setan. Setan selalu mengincar setiap saat. Dia tidak pernah lengah dan tidak mengantuk. Lain halnya dengan dirimu. Kamu mudah lalai dan banyak kantuk. Hanya orang yang mendapat karunia Allah yang selamat dari godaan setan. Perbanyaklah olehmu memohon perlindungan kepada Allah darinya ( Al-Thai )
  52. Pada zaman sekarang, sangat sedikit orang yang berbuat kebaikan dengan landasan sunnah. Pada umumnya orang beramal atas dasar hawa nafsu. Mereka lebih suka beramal untuk mendapat  pujian. Baik dari Allah maupun dari manusia. Ketika meninggalkan dosa, mereka takut ejekan manusia, bukan takut kepada Allah atau patuh menjalnkan aturanNya. Karena itu. Kita pantas mengistimewakan orang yang beramal dengan landasan sunnah. Mereka mempunyai sifat yang unik, yaitu tidak marah ketika keburukannya diceritakan kepada orang lain ( Mu’adz bin Jabal )
  53. Nafsu adalah musuh yang paling sulit ditaklukkan. Ia hampir selalu menang dalam pertarungan. Jika tidak dikurung dengan iman, dia akan menjadi liar dan beringas. Hanya nafsu yang mendapat kasih sayang Allah yang dapat dikendalikan. Karena itu waspadalah engkau terhadap nafsu. Sungguh-sungguhlah dalam menghadapinya. Kobarkanlah  semangtmu agar tidak pernah kendur. Sesungguhnnya nafsu selalu punya cara untuk berkilah agar dapat berkehendak bebas. Tidak ada musuh yang peling sengit menyerangmu selain dari nafsumu sendiri. Ia tidak pernah menyerah dan tidak pernah mau tunduk. Kalaupun terlihat tunduk, ia hanya pura-pura manut. Ia terus-menerus mecari celah kelengahanmu. Berbagai kesempatan selalu digunakan oleh nafsumu untuk menjatuhkanmu ( Al-Hakim Al-Turmudzi )
  54. Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan. Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran. Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan kewarakan. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan. Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadmu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
  55. Manusia ibarat budak yang diperintah oleh tuannya. Sungguh kurang ajar budak yang menunda perintah tuannya. Jika ia diketahui oleh tuannya ketika sedang berleha-leha ketika diperintah. Sang tuan pati akan menegur dan menyiksanya. Bagaimana dengan Tuhanmu yang setiap saat memperhatikanmu ?. Pantaskah kita berleha-leha atas perintahnya.? Janganlah engkau terjebak dengan Kemahabaikan Allah. Kebaikan Allah atas hambanya bukan alasan untuk berleha-leha atas perintahnya. Seharusnya kita malu ketika Allah banyak memberi kebakan sementara kita tidak segera melaksanakan perintahnya. Semakin baik seorang tuan kepada hambanya seharusnya semakin baik pula sang hamba kepada tuannya. ( Abu Al-Alqamah )
  56. Lahir dan batinmu harus sejalan. Jika tidak sejalan engkau akan terus tertekan. Engkau akan kepayahan untuk menutupi kekurangan dirimu. Hiduplah engkau secara apa adanya. Jujurlah engkau kepada dirimu, engkau akan bebas dan ringan melangkah. Engkau tidak akan dihinggapi rasa waswas dan khawatir terhadap kekurangan dirimu. Ketahuilah, engkau tidak akan meraih kehormatan dengan kedustaan. Kehormatan dapat diraih dengan kejujuran. Serasikan penampilan lahirmu dengan penamplan batinmu ( Ibn Al-Mubarak )
  57. Janganlah keinginanmu melebihi kehendak Allah. Dia sudah tahu ukuran kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki yang kurang dari kadar kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki melebihi ukuran kebutuhanmu. Jika engkau meminta kepadanya. Mintalah ketentuan yang telah ditentukan oleh Nya untukmu. Sebab engkau tidak akan lepas dari ketentuan-Nya. Jika seluruh makhluk membantumu untuk meraih suatu tujuan yang tidak dikehendaki-Nya., niscaya tindakan mereka semua hanyalah sia-sia. Sebelum engkau lahir kadar kebutuhan dirimu telah digariskan. Apa yang engkau terima tidak akan lebih dari apa yang ditentukan oleh-Nya. ( Ibn ‘Ubaidillah )
  58. Sesungguhnya makna sabar itu adalah jika engkau telah berupaya dengan keras, lalu apa yang engkau upayakan itu tidak berhasil, dan engkau merasa kesal tetapi engkau tetap tabah , itulah sabar yang hakiki. Ketahuilah olehmu bahwa, kesabaran memberi kenikmatan dalam beramal. Jika seseorang hamba tidak memilki kesabaran, ia tidak akan mampu mencapai derajat orang bertaqwa. Sebab salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah sabar atas penderitaan yang menimpa dirinya. ( Abdullah bin Al-Mubarak )
  59. Musibah yang menimpamu tidak akan hilang dengan keluhan. Musibah hanya dapat diatasi dengan kesabaran dan keridhaan. Janganlah engkau menjadikan musibah sebagi penambah dosa, yaitu engkau tidak bersabar dan tidak merelakan musibah yang menimpa dirimu. Jika engkau banyak mengeluh, musibah yang menimpa dirimu malah menambah dosamu, bukan menjadi kifarat atas dosamu. Sungguh rugi orang yang mengeluh atas ujian Allah. Musibah yang menimpa hanya menambah beban dosa ( Ali Al-Khaswash )
  60. Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan setan. Setan suka mendorong dirimu untuk berniat melakukan amal saleh. Namun, dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata. Setan mengetahu bahwa jika orang Mukmin melakukan amal saleh, dia mendapat pahala berlipat. Sebab niat melakukan amal salehnya dihitung sebagai satu kebaikan. Karena itu setan tidak rela melihat orang Mukmin mendapat dua pahala sekaligus. Engkau jagan terjebak dalam pelamunan. Pelamunan hanyalah angan-angan melakukan kebaikan tanpa dibarengi dengan tekat untuk melaksanakannya. Niat yang dihitung sebagai kebaikan adalah niat yang dilaksanakn secara nyata dan niat yang terhalang suatu uzur ketika engkau hendak melaksanaknnaya ( Tsabit Al-Bannani )
  61. Perbanyaklah niat melakukan kebaikan. Sebab niat melakukan kebaikan termasuk amalan yang baik bagi orang Mukmin. Berniat melakukan kebaikan adalah perbuatan yang tak tampak sehingga selamat dari riya. Namun inggatlah meskupun niat melakukan kebaikan tidak kelihatan oleh mata , ia dapat terserang penyakit ujud. Hati-hatilah dengan setan. Setan selalu mengincar setiap saat. Dia tidak pernah lengah dan tidak mengantuk. Lain halnya dengan dirimu. Kamu mudah lalai dan banyak kantuk. Hanya orang yang mendapat karunia Allah yang selamat dari godaan setan. Perbanyaklah olehmu memohon perlindungan kepada Allah darinya ( Al-Thai )
  62. Pada zaman sekarang, sangat sedikit orang yang berbuat kebaikan dengan landasan sunnah. Pada umumnya orang beramal atas dasar hawa nafsu. Mereka lebih suka beramal untuk mendapat  pujian. Baik dari Allah maupun dari manusia. Ketika meninggalkan dosa, mereka takut ejekan manusia, bukan takut kepada Allah atau patuh menjalnkan aturanNya. Karena itu. Kita pantas mengistimewakan orang yang beramal dengan landasan sunnah. Mereka mempunyai sifat yang unik, yaitu tidak marah ketika keburukannya diceritakan kepada orang lain ( Mu’adz bin Jabal )
  63. Nafsu adalah musuh yang paling sulit ditaklukkan. Ia hampir selalu menang dalam pertarungan. Jika tidak dikurung dengan iman, dia akan menjadi liar dan beringas. Hanya nafsu yang mendapat kasih sayang Allah yang dapat dikendalikan. Karena itu waspadalah engkau terhadap nafsu. Sungguh-sungguhlah dalam menghadapinya. Kobarkanlah  semangtmu agar tidak pernah kendur. Sesungguhnnya nafsu selalu punya cara untuk berkilah agar dapat berkehendak bebas. Tidak ada musuh yang peling sengit menyerangmu selain dari nafsumu sendiri. Ia tidak pernah menyerah dan tidak pernah mau tunduk. Kalaupun terlihat tunduk, ia hanya pura-pura manut. Ia terus-menerus mecari celah kelengahanmu. Berbagai kesempatan selalu digunakan oleh nafsumu untuk menjatuhkanmu ( Al-Hakim Al-Turmudzi )
  64. Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan. Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran. Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan kewarakan. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan. Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadmu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
  65. Manusia ibarat budak yang diperintah oleh tuannya. Sungguh kurang ajar budak yang menunda perintah tuannya. Jika ia diketahui oleh tuannya ketika sedang berleha-leha ketika diperintah. Sang tuan pati akan menegur dan menyiksanya. Bagaimana dengan Tuhanmu yang setiap saat memperhatikanmu ?. Pantaskah kita berleha-leha atas perintahnya.? Janganlah engkau terjebak dengan Kemahabaikan Allah. Kebaikan Allah atas hambanya bukan alasan untuk berleha-leha atas perintahnya. Seharusnya kita malu ketika Allah banyak memberi kebakan sementara kita tidak segera melaksanakan perintahnya. Semakin baik seorang tuan kepada hambanya seharusnya semakin baik pula sang hamba kepada tuannya. ( Abu Al-Alqamah )
  66. Lahir dan batinmu harus sejalan. Jika tidak sejalan engkau akan terus tertekan. Engkau akan kepayahan untuk menutupi kekurangan dirimu. Hiduplah engkau secara apa adanya. Jujurlah engkau kepada dirimu, engkau akan bebas dan ringan melangkah. Engkau tidak akan dihinggapi rasa waswas dan khawatir terhadap kekurangan dirimu. Ketahuilah, engkau tidak akan meraih kehormatan dengan kedustaan. Kehormatan dapat diraih dengan kejujuran. Serasikan penampilan lahirmu dengan penamplan batinmu ( Ibn Al-Mubarak )
  67. Janganlah keinginanmu melebihi kehendak Allah. Dia sudah tahu ukuran kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki yang kurang dari kadar kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki melebihi ukuran kebutuhanmu. Jika engkau meminta kepadanya. Mintalah ketentuan yang telah ditentukan oleh Nya untukmu. Sebab engkau tidak akan lepas dari ketentuan-Nya. Jika seluruh makhluk membantumu untuk meraih suatu tujuan yang tidak dikehendaki-Nya., niscaya tindakan mereka semua hanyalah sia-sia. Sebelum engkau lahir kadar kebutuhan dirimu telah digariskan. Apa yang engkau terima tidak akan lebih dari apa yang ditentukan oleh-Nya. ( Ibn ‘Ubaidillah )
  68. Sesungguhnya makna sabar itu adalah jika engkau telah berupaya dengan keras, lalu apa yang engkau upayakan itu tidak berhasil, dan engkau merasa kesal tetapi engkau tetap tabah , itulah sabar yang hakiki. Ketahuilah olehmu bahwa, kesabaran memberi kenikmatan dalam beramal. Jika seseorang hamba tidak memilki kesabaran, ia tidak akan mampu mencapai derajat orang bertaqwa. Sebab salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah sabar atas penderitaan yang menimpa dirinya. ( Abdullah bin Al-Mubarak )
  69. Musibah yang menimpamu tidak akan hilang dengan keluhan. Musibah hanya dapat diatasi dengan kesabaran dan keridhaan. Janganlah engkau menjadikan musibah sebagi penambah dosa, yaitu engkau tidak bersabar dan tidak merelakan musibah yang menimpa dirimu. Jika engkau banyak mengeluh, musibah yang menimpa dirimu malah menambah dosamu, bukan menjadi kifarat atas dosamu. Sungguh rugi orang yang mengeluh atas ujian Allah. Musibah yang menimpa hanya menambah beban dosa ( Ali Al-Khaswash )
  70. Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan setan. Setan suka mendorong dirimu untuk berniat melakukan amal saleh. Namun, dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata. Setan mengetahu bahwa jika orang Mukmin melakukan amal saleh, dia mendapat pahala berlipat. Sebab niat melakukan amal salehnya dihitung sebagai satu kebaikan. Karena itu setan tidak rela melihat orang Mukmin mendapat dua pahala sekaligus. Engkau jagan terjebak dalam pelamunan. Pelamunan hanyalah angan-angan melakukan kebaikan tanpa dibarengi dengan tekat untuk melaksanakannya. Niat yang dihitung sebagai kebaikan adalah niat yang dilaksanakn secara nyata dan niat yang terhalang suatu uzur ketika engkau hendak melaksanaknnaya ( Tsabit Al-Bannani )
  71. Perbanyaklah niat melakukan kebaikan. Sebab niat melakukan kebaikan termasuk amalan yang baik bagi orang Mukmin. Berniat melakukan kebaikan adalah perbuatan yang tak tampak sehingga selamat dari riya. Namun inggatlah meskupun niat melakukan kebaikan tidak kelihatan oleh mata , ia dapat terserang penyakit ujud. Hati-hatilah dengan setan. Setan selalu mengincar setiap saat. Dia tidak pernah lengah dan tidak mengantuk. Lain halnya dengan dirimu. Kamu mudah lalai dan banyak kantuk. Hanya orang yang mendapat karunia Allah yang selamat dari godaan setan. Perbanyaklah olehmu memohon perlindungan kepada Allah darinya ( Al-Thai )
  72. Pada zaman sekarang, sangat sedikit orang yang berbuat kebaikan dengan landasan sunnah. Pada umumnya orang beramal atas dasar hawa nafsu. Mereka lebih suka beramal untuk mendapat  pujian. Baik dari Allah maupun dari manusia. Ketika meninggalkan dosa, mereka takut ejekan manusia, bukan takut kepada Allah atau patuh menjalnkan aturanNya. Karena itu. Kita pantas mengistimewakan orang yang beramal dengan landasan sunnah. Mereka mempunyai sifat yang unik, yaitu tidak marah ketika keburukannya diceritakan kepada orang lain ( Mu’adz bin Jabal )
  73. Nafsu adalah musuh yang paling sulit ditaklukkan. Ia hampir selalu menang dalam pertarungan. Jika tidak dikurung dengan iman, dia akan menjadi liar dan beringas. Hanya nafsu yang mendapat kasih sayang Allah yang dapat dikendalikan. Karena itu waspadalah engkau terhadap nafsu. Sungguh-sungguhlah dalam menghadapinya. Kobarkanlah  semangtmu agar tidak pernah kendur. Sesungguhnnya nafsu selalu punya cara untuk berkilah agar dapat berkehendak bebas. Tidak ada musuh yang peling sengit menyerangmu selain dari nafsumu sendiri. Ia tidak pernah menyerah dan tidak pernah mau tunduk. Kalaupun terlihat tunduk, ia hanya pura-pura manut. Ia terus-menerus mecari celah kelengahanmu. Berbagai kesempatan selalu digunakan oleh nafsumu untuk menjatuhkanmu ( Al-Hakim Al-Turmudzi )
  74. Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan. Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran. Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan kewarakan. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan. Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadmu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
  75. Manusia ibarat budak yang diperintah oleh tuannya. Sungguh kurang ajar budak yang menunda perintah tuannya. Jika ia diketahui oleh tuannya ketika sedang berleha-leha ketika diperintah. Sang tuan pati akan menegur dan menyiksanya. Bagaimana dengan Tuhanmu yang setiap saat memperhatikanmu ?. Pantaskah kita berleha-leha atas perintahnya.? Janganlah engkau terjebak dengan Kemahabaikan Allah. Kebaikan Allah atas hambanya bukan alasan untuk berleha-leha atas perintahnya. Seharusnya kita malu ketika Allah banyak memberi kebakan sementara kita tidak segera melaksanakan perintahnya. Semakin baik seorang tuan kepada hambanya seharusnya semakin baik pula sang hamba kepada tuannya. ( Abu Al-Alqamah )
  76. Lahir dan batinmu harus sejalan. Jika tidak sejalan engkau akan terus tertekan. Engkau akan kepayahan untuk menutupi kekurangan dirimu. Hiduplah engkau secara apa adanya. Jujurlah engkau kepada dirimu, engkau akan bebas dan ringan melangkah. Engkau tidak akan dihinggapi rasa waswas dan khawatir terhadap kekurangan dirimu. Ketahuilah, engkau tidak akan meraih kehormatan dengan kedustaan. Kehormatan dapat diraih dengan kejujuran. Serasikan penampilan lahirmu dengan penamplan batinmu ( Ibn Al-Mubarak )
  77. Janganlah keinginanmu melebihi kehendak Allah. Dia sudah tahu ukuran kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki yang kurang dari kadar kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki melebihi ukuran kebutuhanmu. Jika engkau meminta kepadanya. Mintalah ketentuan yang telah ditentukan oleh Nya untukmu. Sebab engkau tidak akan lepas dari ketentuan-Nya. Jika seluruh makhluk membantumu untuk meraih suatu tujuan yang tidak dikehendaki-Nya., niscaya tindakan mereka semua hanyalah sia-sia. Sebelum engkau lahir kadar kebutuhan dirimu telah digariskan. Apa yang engkau terima tidak akan lebih dari apa yang ditentukan oleh-Nya. ( Ibn ‘Ubaidillah )
  78. Sesungguhnya makna sabar itu adalah jika engkau telah berupaya dengan keras, lalu apa yang engkau upayakan itu tidak berhasil, dan engkau merasa kesal tetapi engkau tetap tabah , itulah sabar yang hakiki. Ketahuilah olehmu bahwa, kesabaran memberi kenikmatan dalam beramal. Jika seseorang hamba tidak memilki kesabaran, ia tidak akan mampu mencapai derajat orang bertaqwa. Sebab salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah sabar atas penderitaan yang menimpa dirinya. ( Abdullah bin Al-Mubarak )
  79. Musibah yang menimpamu tidak akan hilang dengan keluhan. Musibah hanya dapat diatasi dengan kesabaran dan keridhaan. Janganlah engkau menjadikan musibah sebagi penambah dosa, yaitu engkau tidak bersabar dan tidak merelakan musibah yang menimpa dirimu. Jika engkau banyak mengeluh, musibah yang menimpa dirimu malah menambah dosamu, bukan menjadi kifarat atas dosamu. Sungguh rugi orang yang mengeluh atas ujian Allah. Musibah yang menimpa hanya menambah beban dosa ( Ali Al-Khaswash )
  80. Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan. Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran. Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan kewarakan. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan. Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadmu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
  81. Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan. Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran. Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan kewarakan. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan. Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadmu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
  82. 94.   Ada orang yang tak mampu mensyukuri 2 nikmat sekaligus. Andai ada nikmat yang tak jadi datang, anggap saja kita orang di atas. Tuhan menunggu. Ia menunggu kita bersyukur, lantas akan menambah nikmatnya lagi. (Abied)
  83. 95.   Tak perlu mencari teman seindah Sulaiman, jika hati tak secantik Balqis. Mengapa mengharapkan teman setampan Yusuf, jika kasih tak setulus Zulaikha. Tak perlu mencari teman setulus Ibrahim, jika hati tak sekuat Sarah. Mengapa dambakan teman sesempurna Rasulullah, jika diri tak seistimewa Khadijah? Terimalah seluruh sahabatmu, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
  84. 96.   Keindahan hidup tidaklah ditentukan seberapa bahagia dirimu, melainkan ditentukan oleh seberapa bahagia orang lain karena hidupmu dan memiliki cintamu. (Abied)
  85. 97.   Teman yang baik adalah saudara yang tulus mendoakan dan mengingatkan pada Allah. Dia yang mengenal dirimu dan senantiasa menjaga ukhuwah, memberi ketenangan saat bersamanya, ada insprirasi amal shaleh saat melihatnya, dalam diamnya dia mendoakan, dalam senyumnya dia menenangkan, dalam tawanya dia tumbuhkan keceriaan, dalam nasihatnya dia bangkitkan semangat dan kerinduan. Hadiah terbaik dari seorang teman adalah ketulusan dan kepercayaan. (Abied)
  86. 98.   Manusia adalah jenis spesies yang tak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Kadang, ini bisa mendorong kita jadi lebih baik. Tapi, lebih sering membuat kita merasa dalam kekurangan. Mari bersyukur, karena ia satu-satunya perbuatan yang akan membuat kita merasa cukup. Makin sering kita bersyukur, akan makin puas kita atas segala nikmat yang telah ada. Makin jarang kita melakukannya, maka yang akan ada hanya dahaga tanpa batas. (Abied)
  87. 99.   Makin dewasa pikiran, akan makin bijak kita menyikapi masalah. Hanya anak kecil yang terlampau cepat mengambil keputusan, sebelum dia melihat masalah dari segala sisi dan sudut pandang. So, tanyakan pada diri : “Dewasakah aku?” (Abied)

7.     Istafti qalbak, Mintalah fatwa pada hatimu (Nabi Muhammad Saw)

8.     Doa adalah senjata (alat kerja) orang beriman (Nabi Muhammad Saw.)

9.     Siapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya (Muhammad Saw)

14.   Kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan (surga) (Ali bin Abu Thalib)

43.   Semua ada di dalam dirimu. Mintalah melalui dirimu sendiri (Jalaluddin Rumi)

54.   AKU akan menyesuaikan diri-KU, sama dengan apa yang kau pikirkan tentang AKU (Hadits Qudsi)

55.   … Ketiadaan adalah pabrik di mana Tuhan menciptakan segala sesuatu (Jaladdin Rumi)

56.   … Pancaindera manusia bagaikan lima pintu yang terbuka menghadap ke dunia luar. Tetapi yang menakjubkan adalah hatinya yang berjendela terbuka (ke dalam) ke arah dunia gaib yang tak kasatmata; dimana sesekali ia bisa menerima isyarat tentang masa depannya. (Al-Ghazali)

57.   Serupa dengan seluruh isi alam ini, adamu adalah sama seperti tiadamu (ibnu Athaillah al Sukandari)

58.   Orang yang percaya, yakin dan bijak mempunyai mata lahir dan mata batin. Ia melihat semua ciptaan-Nya di bumi dengan mata lahirnya dan melihat semua ciptaan-Nya di langit dengan mata batinnya (Abdul Qadir Al-Jailani)

59.   Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas (Ali bin Abi Thalib)

61.   Dialah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada, Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak (Jalaluddin Rumi)

100. Ada dua hal yang harus kita ingat selalu : Kebaikan orang lain terhadap kita dan kesalahan kita terhadap orang lain. Ada pula dua hal yang harus kita lupakan : Kebaikan kita terhadap orang lain dan kesalahan orang lain terhadap kita. (Abied)

101. Libatkan Tuhan pada amal perbuatan kita. Caranya : Niatkan hal baik yang secara akal mustahil dilakukan seorang diri! Tuhan pasti akan mengirim bantuan-Nya, dari arah yang tak disangka-sangka! Yakinlah! Ingat : Tuhan bekerja secara misterius. (Abied)

102. Setiap hari adalah hari baru. Awali ia dengan doa, semoga setiap udara yang terhisap ke dalam tubuh kita bisa menjadi saksi di hadapan Tuhan bahwa kita adalah hamba yang sebenar-benarnya hamba. (Abied)

103. Binatang melata saja punya cara mendapatkan rezekinya. Apalagi kita, makhluk terhormat. Rezeki kita telah diatur kawan. Hanya perlu menemukannya dengan cara yang halal. BokE’ gak akan pernah jadi masalah. (Abied)

104. Jika hatimu bisa tertarik pada seorang manusia yang rela memberikan waktunya sejam untuk mendengar ceritamu, bagaimana mungkin hati itu tidak bisa tertarik pada Allah yang tidak hanya siap setiap saat mendengar ceritamu tapi juga mengabulkan setiap pintamu? Ayolah kawan … sadari bahwa hidup memang mesti disyukuri dengan ibadah tiada henti!

105. Hadiah terbaik kepada seorang sahabat adalah kehangatan hati Anda. (Abied)

106. Tidak penting dengan siapa kita hidup, tapi lebih penting bagaimana kita menjalani hidup itu. (Abied)

107. Bila rahasia sebuah atom dari atom-atom tersingkap, rahasia segala benda ciptaan, baik lahir maupun batin akan tersingkap, dan kau takkan melihat pada dunia ini atau dunia yang akan datang kecuali Tuhan (Syaikh Ahmad Al-Alawi)

108. Ketahuilah, banyak orang yang berpakaian putih bersih namun ternoda agamanya. Berapa banyak orang yang memuliakan dirinya namun ternyata malah dihinakan oleh diri sendiri. Ingatlah, segera (kau hapus) keburukan yang telah lalu dengan kebaikan yang masih baru. (Abu Ubaidah ibnul Jarrah/Az Zuhd, Imam Ahmad)

109. Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. (Ar Rabi’ bin Anas/ Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

110. Seseorang tidak bisa dipegang amanahnya sehingga lurus lisannya, dan dia tidak lurus lisannya sehingga lurus hatinya. (al Hasan al Bashri/Al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

111. Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)

112. Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya. (Utsman bin ‘Affan/al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

113. Tidaklah aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada dibawahnya melainkan dia ditimpakan oleh Allah kehinaan melalui orang lain yang lebih tinggi darinya.(Abu Hatim al Basati/ Raudhatul ‘Uqala’, Ibnu Hibban)

114. ku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. (Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)

115. Barang siapa yang dibenci manusia karena mencari ridha Allah maka manusia (yang lain) akan mencukupinya (membelanya). Barang siapa yang mencari ridha manusia dengan murka Allah maka Allah akan serahkan dia kepada munusia juga. (Ummul Mu’minin Aisyah ra/ Az Zuhd, Imam Ahmad)

116. Barang siapa yang rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu berlaku padanya dan ia mendapatkan pahala. Dan barang siapa yang tidak rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu juga tetap berlaku padanya, sedangkan ia terputus amalnya. (Ali bin Abi Thalib/Mukhtashar Minhajul Qashidin, al Maqdisi)

117. “Ada tiga perkara pada diriku, aku tidak menyebutkannya kecuali supaya dapat diambil pelajaran, Pertama “Aku tidak mendatangi penguasa (sulthan) kecuali jika di undang, kedua, Aku tidak masuk pada dua orang kecuali setelah keduanya mempersilahkanku masuk diantara mereka, ketiga, tidaklah aku menyebutkan seseorang setelah dia pergi dari sisiku kecuali kebaikan-kebaikan.” (Al Ahnaf bin Qais)

118. Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)

119. Rasulullah bersabda :“ Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala yang melakukannya” (HR. Muslim)

120. Ada dua perkara yang jika Anda Amalkan, Anda akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat: Menerima sesuatu yang tidak Anda sukai, jika sesuatu itu disukai Allah. Dan membenci sesuatu yang Anda sukai, jika sesuatu itu dibenci oleh Allah.” (Abu Hazim)

121. Ada enam perkara, apabila dimiliki oleh seseorang maka telah sempurnalah keimanannya : (1) memerangi musuh Allah dengan pedang, (2) tetap menyempurnakan puasa walaupun di musim panas, (3) tetap menyempurnakan wudhu walaupun di musim dingin, (4) tetap bergegas menuju mesjid (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) walaupun di saat mendung, (5) meninggalkan perdebatan dan berbantah-bantahan walaupun ia tahu bahwa ia berada di pihak yang benar dan (6) bersabar saat ditimpa musibah.” (Yahya bin Muadz)

122. Ada tiga golongan orang yang paling menyesal pada hari kiamat : (1) orang yang memiliki budak ketika di dunia, ternyata pada hari kiamat budak tersebut memiliki prestasi amal yang lebih baik darinya, (2) orang yang mempunyai harta tetapi tidak mau bersedekah dengannya sampai ia meninggal dunia, kemudian harta tersebut diwarisi oleh orang yang memanfaatkan harta tersebut untuk bersedekah di jalan Allah, dan (3) orang yang mempunyai ilmu tetapi ia tidak mau mengambil manfaat dari ilmunya, lalu ilmu tersebut diketahui oleh orang lain yang mampu mengambil manfaat darinya.” (Sufyan bin ‘Uyainah)

123. Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim, memberi kepada yang kikir terhadapmu, dan memaafkan mereka yang menyalahimu.” (HR Ibnu Majah)

124. Aku belum pernah melihat orang yang paling lama bersedih daripada al-Hasan. Ia berkata, kita tertawa, sementara bisa jadi Allah yang telah melihat amal-amal yang telah kita perbuat berfirman, ‘Aku tidak mau menerima amal-amal kalian sedikitpun.’” (Yunus bin ‘Ubaid)

125. Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)

126. Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.” (‘Amir bin ‘Abdi Qais)

127. Aku tidak suka menjadi seorang pedagang budak. Akan tetapi, menjadi pedagang budak lebih aku sukai daripada aku menimbun bahan makanan sambil menunggu naiknya harga yang memberatkan sesama muslim.” (Yazid bin Maisaroh)

128. Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Jika amal itu ikhlas tapi tidak benar, maka tidaklah diterima. Jika amal itu benar tapi tidak ikhlas, juga tidak akan diterima kecuali jika dilakukan secara ikhlas. Ikhlas artinya dilakukan hanya karena Allah. Adapun benar artinya adalah sesuai dengan sunnah (tuntunan dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).” (Fudhail bin ‘Iyadh)

129. Apa pendapat Anda bila ada seseorang yang pakaiannya terkena air kencing, lalu ia hendak mensucikannya dengan air kencing pula? Mungkinkah air kencing itu dapat mensucikannya? Tentu saja tidak! Kotoran tidak dapat disucikan kecuali dengan sesuatu yang suci. Begitu pula halnya keburukan yang pernah kita lakukan, tidak akan dapat terhapus kecuali dengan memperbanyak melakukan kebaikan.” (Sufyan ats-Tsauri)

130. Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah akan menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina” (Abu Sulaiman Ad Daroni)

131. Apabila Anda berharap agar Allah senantiasa menganugerahkan kepada Anda apa-apa yang Anda cintai dan Anda sukai maka hendaklah Anda senantiasa menjaga dan melaksanakan apa-apa yang dicintai dan disukai oleh Allah.” (Salah seorang ahli hikmah)

132. Apabila kalian senang Allah ta’ala dan Rasul-Nya mencintai kalian, maka tunaikanlah amanah kalian, dan benarlah jika berbicara, dan bertetanggalah dengan baik kepada tetangga kalian.” (HR Imam Suyuthi)

133. Ayahku pernah mengatakan bahwa apabila ‘Ali bin al-Husain selesai berwudhu dan telah bersiap untuk shalat, tubuhnya akan gemetar dan menggigil. Pernah ada seorang lelaki yang bertanya kepadanya tentang hal itu, maka ‘Ali bin al-Husain menjawab, ‘Celakalah Engkau! Tidakkah kau tahu, kepada siapa aku akan menghadap? Dan kepada siapa aku akan bermunajat?’” (al-’Utaibi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s