Mutiara Al-Qawa’id

Berikut ini adalah beberapa kata-kata mutiara dalam bahasa arab yang merupakan ucapan para ulama ulama Salafus Sholih beserta terjemahannya

  1. 1.    . مَـنْ سَـارَ عَلَـى الدَّرْبِ وَصَـلَ

Siapa yang berjalan atas jalannya akan sampai

  1. . ـالِسْ أَهْـلَ الصِّـدْقِ وَالْوَفَـاءِ  

Bergaullah dengan orang-orang benar dan menepati janji

  1. . مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَـرُ وَقْتَ الضَّيِـقِ

Cinta yang sebenarnya nampak dalam kesempitan

  1. . اَلْوَقْـتُ اَثْـمَـنُ مِـنَ الذَّهَـبِ

Waktu iut lebih berharga dari pada emas

  1. . مَــنْ يَـزْرَعْ يَـحْـصُـــدُ

Siapa yang menanam akan memetik hasilnya

  1. . اَلْعَقْلُ السَّلِيْـمُ فِى الْجِسْمِ السَّلِيْـمِ

Di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran yang waras

  1. . اَلتَّعْلِمُ فِى الصُّغْرَ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ

Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu

  1. . تَعَلَّـمْ صَغِيْرًا وَاعْمَـلْ بِـهِ كَبِيْـرًا

Belajar dikala kecil dan beramallah dikala dewasa

  1. . لَنْ تَرْجِعَ اْلاَيَّـامُ الَّتِىْ قَـدْ مَضَـتْ

Hari yang telah berlalu takkan kembali

  1. . حِـفْـظُ اللِّسَـانِ سَلَمَـةُ اْلاِنْسَـانِ

Menjaga lidah keselamatan bagi manusia

  1. . أَدَابُ الْـمَـرْءِ خَـيْـرٌ مِـنْ ذَهَـبِـهِ

Adap seseorang lebih baik dari emas yang dimilikinya

  1. . اَلـشَّـرْفُ بِـاْلاَدَابِ لاَ بِـالنَّـسْـبِ

Kemuliaan tergantung pada budi pekerti bukan pada keturunan

  1. . اِذَا صَـدَقَ الْعَـزْمُ وَضَـحَ السَّـبِـيْـلُ

Kalau cita-cita sudah tekat jalan akan Nampak

  1. . مَـنْ عَـرَفَ بُـعْـدَ السَّفَـرِ اِسْتَـعَـدَّ

Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan akan bersiap sedia

  1. . لاَ تَؤْخِرْ عَمَلَكَ غَدًا مَا تَقْدُرُ اَنْ تَعْمَلَهُ الْيَوْمَ

Jangan tungu sampai esok apa yang bisa dilakukan hari ini

  1. . قُـلِ الْـحَـقَّ وَلَـوْ كَـانَ مُــرًّا # Katakanlah yang benar itu benar sekalipun pahit akibatnya
  2. . تَـرْكُ الْجَـوَابِ عَلَى الْجَاهِـلِ جَـوَابٌ # Meninggalkan jawaban atas orang jahil itu jawaban baginya
  3. . اَلجَّـزَاءُ سَيِّـئَـةِ سَيِّـئَـةُ مِثْلِهَـا # Balasan terhadap kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. خَيْـرُ مَـالِـكَ مَـا نَـفَـعَـكَ # Sebaik-baik harta mu adalah yang bermanfaat bagi mu
  4. . هَلَكَ الْمَـرْءُ لَـمْ يَعْـرِفْ قَـدْرَهُ # Hancurlah seseorang yang tidak menyadari kemampuannya
  5. . فِى التَّأَنِّى السَّلاَمَةُ وَفِى الْعُجْلَةِ النَّدَامَةُ # Perbuatan yang hati-hati akan selamat dan perbuatan yang gegabah akan mendatangkan penyesalan
  6. . خَـيْـرُ الْكَـلاَمِ مَـا قَـلَّ وَدَلَّ # Sebaik pembicaraan adalah pembicaraan yang sedikit tetapi terarah
  7. . أُتْـرُكُ الشَّـرَّ يَـتْـرُكُــكَ # Tinggalkan keburukan sungguh dia akan meninggalkan mu
  8. . لَيْسَ الْمَـرْءُ يُوْلَـدُ عَالِمًـا * وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمِ كَمَنْ هُوَ جَاهِلٌ # Seorang manusia tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah sama orang yang mempunyai ilmu dengan orang jahil
  9. . لَيْسَ الْعَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْـرًا * بَلِ الْعَيْـبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْـلاً # Kefakiran bukanlah suatu keayiban, melainkan kekikiranlah yang menjadi keayiban
  10. . اِذَا لَـمْ تَسْتَحِـىْ فَاصْنَعْ مَـا شِئْتَ # Kalau tidak malu berbuatlah seenakmu
  11. . لِـكُـلِّ عَـمَـلٍ ثَـوَابٌ * وَلِـكُـلِّ كَـلاَمٍ جَـوَابٌ # Tiap-tiap amalan ada balasannya dan tiap-tiap kalam ada jawabannya
  12. . اَلْعَالِمُ كَبِيْرٌ وَلَوْ كاَنَ حَدِيْثًـا * وَالْجَاهِلُ صَغِيْرٌ وَلَوْ كَانَ شَيْخًا # Orang alim itu besar walau dia masih kecil, dan orang jahil itu kecil walau dia sudah besar
  13. . تَنْظِيْـمُ الْعَمَلِ يُوَافِّـرُ نِصْفَ الْوَقْـتِ # Membagikan pekerjaan adalah menabung sebagian waktu
  14. . عَدُوُّ عَاقِلُ خَيْـرٌ مِنْ صَدِيْقِ جَاهِـلِ # Musuh yang berakal lebih baik ketimbang teman yang bodoh. أَفَـاةُ الْـعِـلْـمِ الـنِّـسْـيَـانُ # Penyakit di dalam mencari ilmu adalah pelupa
  15. . خَيْرُ اْلاَصْحَابِ مَنْ يَّدُلُّكَ عَلَى الْخَيْرِ # Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkan kepada kebaikan
  16. . اَلصَّـبْـرُ يُعِـيْـنُ كُـلَّ عَمَـلٍ # Kesabaran akan memudahkan segala urusan
  17. . مَــنْ صَـبَــرَ ظَـفَــرَ # Siapa saja yang mau sabar akan beruntung
  18. . مَـنْ قَـلَّ صِدْقُـهُ قَـلَّ صَدِيْقُـهُ # Orang yang kurang kejujurannya tak akan mendapat teman
  19. . جَـرِّبْ وَلاَ حِـظْ تَكُـنْ عَارِفًـا # Cobalah dan intailah maka kamu akan menjadi orang cerdik
  20. . لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَـهُ مُعِيْنًـا # Janganlah menghina orang miskin, hendaklah menjadi penolong mereka
  21. . مَنْ كَثُـرَ إِحْسَانُـهُ كَثُـرَ إِخْوَانُـهُ # Orang yang banyak berbuat baik akan bertambah temannya
  22. . إِنْ كُنْتَ فِىْ نِعْمَـةٍ فَارْعُهَا * فَاِنَّ الْمَعَـاصِ تُزِيْـلُ النَّعِـمَ # Jika kamu berada dalam nikmat Allah, maka peliharalah. Karena kemaksiatan akan menghilangkan nikmat
  23. . اَلصَّبْرُ كَالصَّبْرِ مُرٍّ فِىْ مَزَاقَتِـهِ * لَكِنْ عَوَاقِبُهُ اَحَلَّى مِنَ الْعَسْـلِ # Kesabaran seperti buah yang pahit rasanya, tetapi akibatnya lebih manis dari madu
  24. . اَلْفِكْرُ قَبْلُ رِبْحًا وَالنَّدْمُ بَعْدُ خُسْـرًا # Berpikir dahulu pendapatan sesal kemudian tiada berguna
  25. . لَوْ لَكَ لَوْ لَكَ يَـا مُحَمَّـدُ * لَمَـا خَلَقْـتُ هَـذَا الْعَـلاَمَ # Seandainya bukan karenamu wahai Muhammad, sungguh tidak aku ciptakan alam ini semuanya
  26. . حَسِّـبُ قَـبْـلَ أَنْ تُحَـاسِـبَ # Koreksilah diri sendiri sebelum engkau dikoreksikan
  27. . اَلْخَـبَـرُ لَـيْـسَ كَاْلاَعْـيَـنُ # Berita tak selalu jadi kenyataan
  28. . مَا الْحُبُّ اِلاَّ لِلْحَبِيْبِ اْلاَوَّلِ * وَالْحَبِيْبُ اْلاَوَّلُ هُوَ اللهُ تَعَالَى # Tidaklah kecintaan itu selain bagi kekasih yang pertama, dan kekasih yang pertama adalah Allah ta`ala
  29. . اَلْعِلْمُ لِلْخَاشِيَةِ لاَ لِلرِّوَايَةِ # Ilmu itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara takut, bukan untuk dibicarakan supaya kita dikenal
  30. . كُنْ وَصَّى نَفْسَكَ # Hendak adalah kamu penasehat diri sendiri
  31. . سُوْءُ الْخَلْقِ يَعْلُ # Akhlak yang buruk itu akan menular
  32. . لَيْسَ فِى التَّعْلِمِ خَجُعْلٌ # Tidak ada istilah malu dalam belajar
  33. . أَصْلِحْ نَفْسَكَ يُصْلِحُ لَكَ النَّاسُ # Perbaikilah dirimu dahulu baru orang lain berbuat baik kepadamu
  34. . اَلْكَلاَمُ يَنْفُزُ مَالاَ يَنْفُزُ اْلاَبْرُ # Perkataan bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus jarum
  35. . بَيْضَةُ الْيَوْمَ خَيْرٌ مِنْ دُجَاجَـةٍ غَـدًا # Diberi telur hari ini terlebih baik dari pada diberi ayam besok
  36.  تَرْجُوا النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا * إِنَّ السَّفِيْنَةَ لاَ تَجْرِىْ عَلَى الْيَبِسِ # Mengharapkan kemenangan tanpa menempuh jalannya, laksana kapal yang berlayar diatas bukit
  37. . حَلاَلُهَا حِسَـابٌ وَحَرَامُهَـا عِقَابٌ # Harta yang halal akan diperiksa dan harta yang haram akan disiksa empunyanya
  38. . أُكْتُمْ حَسَنَاتَكَ كَمَا تَكْتُـمْ سَيِّئَاتَكَ # Sembunyilah kebaikanmu sebagaimana engkau sembunyikan keburukanmu
  39. . هَيْهَـاتَ تُـدْرِكُ بِـالتَّوَانِـى سَادَةً # Tak mungkin mencapai kebahagiaan dengan main-main
  40. . قَالَ إِمَامُ الشَّافِعِى : لَيْسَ الْيَتِيْمُ الَّذِىْ قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ * إِنَّ الْيَتِيْمَ الْيَتِيْمُ الْعِلْمِ وَاْلأَدَبِ # Tidak dikatakan seseorang itu yatim dikarnakan meninggal orang tuanya, tetapi dikatakan yatim karena orang tersebut tidak mempunyai ilmu dan adab
  41. . لَوْ كَانَ الْعِلْمُ يُدْرِكُ بِالْمُنَـى * مَا كَانَ يَبْقَى فِى الْبَرِيَّـةِ جَاهِلٌ # Seandainya ilmu itu diperoleh dengan berhayal sungguh tidak seorangpun yang jahil di dunia ini
  42. . وَمَا الَّذَّةُ اِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ # Tak ada kebahagiaan tanpa didasari oleh kesusahan
  43. . اَلْعِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ # Ilmu tanpa diamalkan laksana kayu yang tanpa buahnya
  44.  لِبَاسُكُمْ يُكْرِمُكُمْ قَبْلَ الْجُلُوْسِ * وَعِلْمُكُمْ يُكْرِمُكُمْ بَعْدَ الْجُلُوْسِ # Pakaianmu dimuliakan mu sebelum duduk, sedangkan ilmu mu dimuliakan mu sesudah duduk
  45. . مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً * تَجَرَّعْ ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاةٍ # Barang siapa yang tidak mau merasakan penderitaan waktu belajar, dia akan merasakan kebodohan sepanjang masa
  46. . قَالَ إِمَامُ الشَّافِعِى : لَيْسَ الْحَيَاةُ بِاَنْفُسِ تُرَدِّدُهَا * إِنَّ الْحَيَاةَ الْحَيَاةُ الْعِلْمِ وَاْلاَدَابِ # Seseorang dikatakan hidup bukan dengan nafas yang keluar masuk, tetapi dikatakan hidup apabila ada ilmu dan adab
  47. . لَيْسَ الْجَمَالُ بِاَثْوَابِ تُزَيِّنُهَا * إِنَّ الْجَمَالَ جَمَالُ الْعِلْمِ وَاْلأَدَابِ # Tida dikatakan cantik seseorang dikarnakan memakai perhiasan, tetapi cantik seseorang disebabkan ada ilmu dan adab
  48. . مَنْ جَدَّ وَجَـدَ * وَمَنْ صَبَرَ ظَفَـرَ # Siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapat dan siapa yang bersabar tak akan mudharat
  49. . مَنْ عَذُبَ لِسَانُـهُ كَـثُـرَ إِخْوَانُـهُ # Barang siapa yang manis pembicaraannya banyak temannya
  50. . اَلْمَرْءُ لاَ يَسْمُـوْ بِغَيْـرِ أَدَبٍ * وَ اِنْ يَكُـنْ ذَا حَسَبٍ وَنَسَبٍ # Tidaklah mulia seseorang apabila tidak ada adab, sekalipun dia hartawan dan bangsawan
  51. . لاَيَنْفَعُ الْفِتْيَانُ حُسْنُ وُجُوْهِهِمْ * اِذَا كَانَتِ اْلاَخْلاَقُ غَيْرَ حَسَانٍ # Tidak ada guna keelokan wajah seorang pemuda apabila tidak ada akhlak di dalam dada
  52. . لَيْسَ بِعَامِـرٍ بُنْيَـانُ قَـوْمِ * اِذَا كَانَـتْ نُفُوْسُهُـمْ خَرَبَ # Takkan berdiri bangunan yang megah apa bila jiwa manusia masih rusak
  53. . لاَ تَنْظُـرُ اِلَىْ عُيُوْبِ النَّـاسِ * وَ تَهْمَـلُ عُيُـوْبَ نَفْسِـكَ # Jangan mengurusi keayiban orang lain, sedangkan keayibanmu kamu biarkan
  54. . لاَتَنْظُـرَنَّ ِلأَثْـوَابِ أَحَـدٍ * إِنْ رُمْتَ تَعْرِفُهُ فَانْظُرْ اِلَى أَدَبٍ # Jangan kamu pandang kepada pakaiannya, apabila ingin berkenalan dengannya lihatlah pada adabnya
  55. . خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ * وَخَيْرُ جَلِيْسِ فِى الزَّمَانِ كِتَابٌ # Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan sebaik-baik teman adalah kitab
  56. . لَقَدْ يُرْجَى لِجَارِحِ السَّيْفِ بُرْءٌ * وَلاَ بُرْءَ لِمَا جَرَحَ اللِّسَانُ # Kalau pedang melukai tubuh masih ada harapan sembuh, kalau lidah melukai hati kemana obat akan dicari
  57. . لاَتُأَخِّرْ عَمَلَكَ اِلَى الْغَدِّ * مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَ الْيَوْمَ # Jangan kamu tunda pekerjaanmu untuk esok semasih bisa kamu kerjakan hari ini
  58. . بَادِرِ الْفُرْصَةَ وَاحْذَرْ فَوْتَهَا * فَبُلُوْغُ الْعِيْشِ فِىْ فِعْلِ الْفَرْصِ # Pergunakan kesempatan jangan kamu sia-siakan, karena dengan mempergunakan kesempatan cita-cita akan berhasil
  59. . لَيْسَ الْفَتَى مَنْ يَقُوْلُ كَانَ أَبِى * وَلَكِنَّ الْفَتَى مَنْ يَقُوْلُ كَانَ اَنَا # Tidaklah pemuda orang yang mengagungkan orang tuanya, tetapi pemuda adalah orang yang mengagungkan dirinya
  60. . هِمَّةُ الرِّجَالِ تُسْقِطُ الْجِبَالَ # Cita-cita pemuda sejati ingin meruntuhkan gunung yang tinggi
  61. . شَبَانُ الْيَوْمَ رِجَالٌ الْغَدِّ * بَنَاتُ الْيَوْمَ أُمَّهَاتُ الْغَدِّ # Pemuda hari ini pemimpin di hari esok, pemudi hari ini pembimbing di hari esok
  62. . مَا رَجَاءُ مُحَقَّـقٌ بِالتَّمَنّـى * وَمَا حَيَـاةُ مَحْمُوْدَةٌ بِالتَّوَانِـى # Takkan tercapai kemenangan dengan berhayal dan tak ada kepujian dengan santai
  63. . اَلْعِلْمُ صَيْـدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْـدُهُ *قَيِّـدْ صُيُوْدَكَ بِالْحَبَالِ الْوَاثِقَـةِ # Ilmu itu buruan menulis itu pengikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kokoh
  64. . أُنْظُرْ لِمَا قَـالَ وَلاَ تَنْظُرْ لِمَنْ قَـالَ # Lihatlah apa yang dikatakan jangan memandang siapa yang mengatakannya
  65. . وَاَيَّـامُ الْحَدَاثَـةِ فَاغْتَنِمْهَـا * أَلاَ إِنَّ الْحَـدَاثَـةَ لاَ تَـدُوْمُ # Pergunakanlah hari mudamu, karena ia takkan kekal selamanya
  66. . فَاحْفِظْ لِسَانَكَ وَاحْتَرِزْ مِنْ لَفْظِهَا * فَالْمَرْءُ يَسْلِمُ بِالِّسَانِ وَيَعْطَقُ # Jagalah lidahmu hati-hati dalam berbicara, karena selamat dan binasa seseorang diakibatkan lidahnya
  67. . اِنَّ فِى يَدِ الشُّبَانِ أَمْرُ اْلاُمَّـةِ * وَفِـىْ أَقْـدَامِهِـمْ حَيَاتُهَـا # Di tangan pemuda urusan umat dan pada kemajuan pemuda kehidupan umat
  68. . خَاطِبِ النَّاسَ عَلَى قَـدْرِ عُقُوْلِهِـمْ # Berbicaralah dengan seseorang menurut kemampuannya
  69. . اَلاَدَبُ فَوْقَ الْعِلْمِ # Keadaban itu melebihi dari pada ilmu
  70. . عَنِ الْمَرْءِ لاَتَسْئَلْ وَسِلْ عَنْ قَرِيْنَهُ * فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْمَقَارِنِ يَقْتَدِىْ # Jangan engkau tanyakan tentang akhlak seseorang, tetapi tanyakan siapa temannya. karena seseorang akan menuru sifat-sifat temannya
  71. . اَلْعِلْمُ يَرْفَعُ بَيْتًا لاَعِمَادَلَهُ * وَالْجَهْلُ يُهْدِمُ بَيْتَ الْعِزِّ وَالشَّرَفِ # Ilmu bisa menegakkan bangunan tanpa tiang, sedangkan kejahilan bisa meruntuhkan bangunan yang megah
  72. . اَلتَّعَلُّمُ فِى الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ * اَلتَّعَلُّمُ فِى الْكِبَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْمَاءِ # Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar dikala dewasa bagai mengukir diatas air
  73. . زُرْ غِبًّا تَزْدَدْ حُبًّا # Berkunjung-mengunjunglah supaya bertambah kecintaanmu
  74. . اَللَّيْلُ طَوِيْلٌ لاَ تَقْصِرُهُ بِمَنَامِكَ * اَلنَّهَارُ مُضِئٌ لاَ تَكْدِرُهُ بِأَثَامِكَ # Malam itu panjang jangan engkau perpendek dengan tidurmu, hari itu bersinar jangan engkau kotori dengan noda dosamu
  75. . لَيْسَتِ اْلاِحْلاَمُ فِى حِيْنَ الرِّضَا * إِنَّمَا اْلاِحْلاَمُ فِى حِيْنَ الْغَضَبِ # Tidak dikatakan kasih sayang kalau ketika ridha, hanya sanya kasih sayang itu ketika marah
  76. . جَرَحَاتُ السَّنَانِ لَهَا التَّثَامُ * وَلاَ يَلْتَامُ مَاجَرَحَ اللِّسَانُ # Kalau pedang melukai tubuh masih ada harapan sembuh, kalau lidah melukai hati kemana obat akan dicari
  77. . وَكُلُّ مَنْ بِغَيْـرِ عِلْـمٍ يَعْمَلُ * اَعْمَالُـهُ مَـرْدُوْدَةٌ لاَ تُقْبَـلُ # Tiap orang yang beramal tanpa ilmu, amalannya tidak diterima oleh yang satu
  78. . سَلِى إِنْ جَهِلْتِ النَّاسُ عَنَّا وَعَنْهُمُ * فَلَيْسَ سَوَاءً عَالِـمٌ وَجَهُوْلُ # Jika orang jahil menanyakan tentang dirinya dengan orang `alim, maka katakan takkan sama orang jahil dengan orang `alim
  79. . فَلاَتَعْدُوْدِ الْمَوْلَى شَرِيْكُكَ فِى الْغِنَى * وَلَكِنَّمَا الْمَوْلَى شَرِيْكُكَ فِى الْعَدْمِ # Jangan kita menyangka saudara adalah yang berkawan dengan kita sewaktu kaya, tetapi saudara adalah yang mau berteman dikala kita sedang melarat
  80. . وَمَا سُمِيَ اْلاِنْسَانُ إِلاَّ لِنِسْيَانِهِ * وَمَا سُمِيَ الْقَلْبُ إِلاَّ لِتَقَلُّبِـهِ # Tidak dikatakan dia manusi melainkan karena banyak lupanya, tidak dikatakan itu hati melainkan karena berbolak-balik
  81. . إِذَا الْمَرْءُ لَمْ يُخْلَقْ سَعِيْدًا مِنَ اْلأَزَلِ * قَدْ خَابَ مَنْ رَبَّى وَخَابَ الْمُؤَمِّلُ فَمُوْسَى اَلَّذِيْ رَبَّاهُ جِبْـرِيْلُ كَافِرٌ * وَمُوْسَى اَلَّذِيْ رَبَّاهُ فِرْعَوْنُ مُرْسَلٌ # Apabila seseorang sudah ditakdirkan pada Azali celaka, siapapun yang mendidik tidak akan patuh kepada tuhan. # Musa samiri yang mendidiknya Jibrail namun tetap kafir, nabi Musa yang mendidiknya Fir`aun namun menjadi rasul
  82. . اِذَا قِيْلَ حَلِّمْ قُلْ فَلِلْحِلْمُ مَوْضِعٌ * وَحَلِمُ الْفَتَى فِى غَيْرِ مَوْضِعِهِ جَهْلٌ # Apabila dikatakan bagimu “berlembah-lembutlah” maka katakan lembah-lembut itu ada tempatnya. Karena lembah-lembut pada bukan tempatnya itu bodoh namanya
  83. . بِقَدْرِ الْكَدِّ تَكْتَسِبُ الْمَعَالِى * وَمَنْ طَلَبَ الْعُلاَ سَهَرَ اللَّيَالِى # Dengan kadar kesungguhan engkau capai ketinggian, dan barang siapa menginginkan ketinggian harus berjaga malam
  84. . كُنْ رَجُلاً رِجْلُهُ فِى الثَّرَى * وَهَامَّةُ هِمَّتُهُ فِى الثُّرَيَّا كُنْ رَجُلاً هِمَّتُهُ فِى الثُّرَيَّا * وَلَوْ كَانَ رِجْلُهُ فِى الثَّرَى # Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang Suraiya, walau kakimu masih berpijak dibumi persada
  85. . وَلِلْغَدِرِ عَيْنُ لَنْ تَزَالَ عُبُوْسَةُ * وَعَيْنُ الرِّضَا مُصْحُوْبَةٌ بِالتَّبَسَّمِ # Muka muram berarti tak suka, bibir senyum bertanda cinta
  86. . مَا أَحْسَنَ الدِّيْنُ وَالدُّنْيَا إِذَا اجْتَمَعَا * وَلاَ بَارَكَ اللهُ فِى الدُّنْيَا بِلاَ دِيْنٍ # Agama dan dunia takkan mau bersatu, adapun dunia tanpa agama takkan baik
  87. . وَمَا الْمَالُ وَاْلأَهْلُوْنَ إِلاَّ وِدَائِعَ * وَلاَبُدَّ يَوْمَا أَنْ تُرَدَّ الْوَدَائِعَ # Harta dan anak barang simpanan, dan ia akan dikembalikan pada suatu hari
  88. . إِحْفَظْ لِسَانَكَ أَيُّهَا اْلاِنْسَانُ * لاَ يَلْدِغَنَّكَ أَنَّهُ ثُعْبَانٌ # Peliharalah lidahmu supaya jangan binasa, karena lidah laksana ular yang berbisa
  89. . مَا بَيْنَ طَرَفَةِ عَيْنِ وَانْتِبَهَاتِهَـا * يُغَيِّرُ اللهُ مِنْ حَـالٍ اِلَى حَـالٍ # Tak semudah memejam dan membuka mata untuk merobah suasana yang buruk
  90. . إِنَّ اللهَ يُغْضِبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَلَهُ * وَبَنِى آدَمَ حِيْنَ يَسْئَلُ يَغْضَبُ # Allah memarahi orang yang tidak meminta kepada-Nya, sedangkan manusia memarahi orang yang meminta padanya
  91. . لَيْسَ الْعِيْـدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ * إِنَّمَا الْعِيْـدُ لِمَنْ طَاعَتُـهُ تَزِيْدُ # Bukanlah hari raya itu bagi orang yang memakai pakaian baru, tetapi hari raya itu kepada orang yang ibadahnya tak pernah lesu
  92. . اَلْـحَـقُّ بِـلاَ نِـظَـامٍ * يَغْلِبُـهُ الْبَـاطِـلُ بِالنِّظَـامِ # Kebanaran tanpa terorganisir (terurus), dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir
  93. . أَحْبِبْ حَبِيْبَـكَ حَـوْنَمَّـا * عَسَى اَنْ يَكُوْنَ بَغِيْضَكَ يَوْمَمَّا اَبْغِضَ بَغِيْضَـكَ حَـوْنَمَّـا * عَسَى اَنْ يَكُوْنَ حَبِيْبَكَ يَوْمَمَّا # Cintailah apa yang engkau cintai itu sekedarnya saja, boleh jadi apa yang engkau cintai itu engkau benci pada suatu hari. # Bencilah apa yang engkau benci itu sekedarnya saja, boleh jadi apa yang engkau benci itu engkau cinta pada suatu hari
  94. . يُرِيْدُ الْمَرْءُ اَنْ يُعْطَى مَنَاهُ * وَيَأْبَى اللهُ إِلاَّ مَا أَرَادَا # Keinginan seseorang supaya tercapai semua cita-cita, tetapi Allah meluluskan apa yang Ia kehendaki
  95. . فَاحْذُرْ عَدُوَّكَ مَرَّةً * وَاحْذُرْ صَدِيْقَكَ اَلْفَ مَرَّةً فَلْرُبَّمَا اِنْقِلَبُ الصَّدِيْقُ * فَكَانَ اَعْرَفُ بِالْمُضَرِّهِ # Takutilah musuhmu sekali saja dan takutilah kawanmu seribu kali, karena kalau kawan menjadi lawan pasti mengetahui kelemahanmu
  96. . اِذَا اَرَدْتَ اَنْ تَفْعَلَ بِشَيْءٍ فَتَدَبَّرْ عَقِبَاتُهُ # Apabila ingin berbuat sesuatu berpikirlah akibat yang akan menimpa
  97. . زَعَمَتْنِى شَيْخًا وَلَسْتُ بِشَيْخٍ * اِنَّمَا الشَّيْخُ مَنْ يَدُبُّ دَبِيْبًا # Orang mengatakan aku tua, tetapi aku bukan tua. Karena orang tua adalah yang jalannya sudah bungkuk
  98. . لاَ تَظْهَرُ بَيَاضَ اَسْنَانِكَ لِلاِنْسَانِ * فَيَظْهَرُ لَكَ سَوَادَ دُبُرِهِ # Jangan engkau nampakkan putih gigimu bagi manusia, karena dia akan menampakkan hitam pantatnya bagimu
  99. . عَاشِرْ ذَوِى الْفَضْلِ * وَاحْذُرْ عَشِرَةَ السَّفْلِ # Bergaullah dengan para tokoh, jangan bergaul sesama bodoh
  100. . وَاِذَا عَتَبْتَ عَلَى الصَّدِيْقِ وَلَمْتَهُ * فِى مِثْلِ مَا تَأْتَى فَأَنْتَ مُلِيْمٌ # Apabila engkau mencela dan mencerca perbuatan seseorang sementara engkau juga melakukannya, maka berarti engkau mencerca dan mencela diri sendiri
  101. . لِكُلِّ شَيْءٍ اِذَا فَرَقْتَـهُ عَوَّضَ * وَلَيْسَ ِللهِ اِنْ فَارَقْتَ مِنْ عَوْضٍ # Apabila berpisah dengan sesuatu, suatu saat akan berjumpa kembali. Tetapi kalau berpisah dengan tuhanku, takkan berjumpa untuk selamanya
  102. . يَمُوْتُ الْفَتَى مِنْ عَثْرَةِ مِنْ لِسَانِـهِ * وَلَيْسَ يَمُوْتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ # Tergelincir kaki berakibat patah, tergelincir lidah berakibat mati
  103. . لِسَانُ الْحَالِ أَفْصَحُ مِنْ لِسَانِ الْمَقَالِ # Memerintah orang dengan berbuat itu lebih baik dari memerintah dengan perkataan
  104. . اِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَاَنَّكَ تَعِيْشُ اَبَدًا * وَاعْمَلْ ِلاَخِرَتِكَ كَاَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا # Beramallah untuk dunia seolahan kamu hidup selamanya, dan beramallah untuk akhirat seolahan kamu mati esok
  105. . لَيْسَ الْفَقِيْرُ لاَمَالَ فِى الدُّنْيَاى * اِنَّ الْفَقِيْرَ فَقِيْرُ الْعِلْـمِ وَاْلاَدَابِ # Tidak dikatakan fakir seseorang karena tidak ada harta, melainkan fakir adalah orang yang tidak berilmu dan adab
  106. . قَالَ إِمَامُ الشَّافِعِى : اَلْمَاءُ اِذَا لَمْ يَجْرِى لَمْ يَطِبْ # Air apabila tidak mengalir takkan bersih
  107. . صِلاَحُ الْعَالَمِ مَنُوْطٌ بِالْعَالِمِ # Kebaikan alam (negera) tergantung pada orang `alim
  108. . كَفَى الْمُسِئُ اِسَائَتِهِ # Orang berbuat khianat akan kembali akibat bagi dirinya
  109. . لاَ تَحْقِرْ غَيْرَكَ عَسَى اَنْ يَكُوْنَ عِنْدَ اللهِ خَيْرًا مِنْكَ # Jangan engkau menghina orang lain, karena mungkin dia lebih baik darimu
  110. . اَلْحَسُوْدُ لاَ يَسُوْدُ اَبَدًا * وَالْبَخِيْلُ تَأْكُلُ مَالَهُ الْعَدَّ # Orang dengki takkan bahagia selamanya, orang kikir habis hartanya dimakan masa (busuk)
  111. . قَالَ الشَيْخُ مُحَمَّدُ اَلْبُصَيْرِى : اَلنَّفْسُ كَالطِّفْلِ اِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى * حُبِّ الرِّضَاعِ وَاِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ # Nafsu itu tamsilan anak kecil yang menetek, kalau masa kecil tidak kita sapih sampai tua dia akan menetek juga
  112. . بِمَكَارِمِ اْلاَخْلاَقِ كُنْ مُتَخَلِّقًا * لِيَفُوْحَ مِسْكَ ثَنَائِكَ الْعَطْرُ الشَّذِى # Berakhlaklah kamu dengan akhlak yang mulia, agar namamu semerbak bagaikan baunya miski
  113. . اِنْفَعْ صَدِيْقَكَ اِنْ اَرَدْتَ صَدَاقَةً * وَادْفَعْ عَدُوَّكَ بِالَّتِى فَاِذَا الَّذِى # Berilah manfaat bagi temanmu jika ingin bersahabat dan bantahlah musuhmu dengan cara yang baik
  114. . لاَ تَظْلِمَنَّ اِذَا مَا كُنْتَ مُقْتَدِرًا * فَالظُّلْمُ تَرْجِـعُ عُقْبَاهُ اِلَى النَّدَمِ # Janganlah berbuat zalim jika kamu berkuasa, karena kezaliman akan berakhir dengan penyesalan.
  115.  اِنَّ الْهَوَى لَهُوَ الْهَوَانُ بِعَيْنِـهِ * فَاِذَا هَوَيْتَ فَقَـدْ لَقِيْتَ هَوَانًا # Sesungguhnya nafsu itu hanyalah kehinaan semata, jika kamu menurutinya sungguh tercampak dalam kebinasaan
  116. . قَالَ إِمَامُ البُخَرِى : اِغْتَنِمْ فِى الْفِرَاغِ فَضْلَ رُكُوْعِ * فَعَسَى اَنْ يَكُوْنَ مَوْتُكَ بَغْتَـةً كَمْ صَحِيْحٍ رَاَيْتَ مِنْ غَيْرِ سَقِمٍ * ذَهَبَتْ نَفْسَهُ الصَّحِيْحَهُ فَلْتَـةً # Pergunakan waktu luangmu untuk ruku` pada Allah, karena ajal itu datangnya tiada terduga. # Berapa banyak orang sehat kita lihat tiada sakit, jiwanya hilang meninggal jasat tiada kembali
  117. . اَحْسِنْ اِلَى الْمُحْسِنِ بِاِحْسَانِـهِ * فَاِنَّ الْمُسِئَ سَتَكْفِيَكَ اِسَاءَتُـهُ # Berbuat baiklah pada orang yang berbuat baik padamu, karena orang yang berbuat jahat akan dibalas dengan kejahatannya
  118. . يَا طَالِبَ الْحَوْرَاءَ فِى خَدْرِهَـا * وَطَالِـبً ذَاكَ عَلَـى قَـدْرِهَا وَقُـمْ اِذَا الْلَيْلُ بَـدَا وَجْهَـهُ * وَصُـمْ نَهَارًا فَهُوَ مِنْ مَهْـرِهَا # Wahai orang yang menuntut bidadari di mahligai, carilah bidadari itu sesuai dengan harganya. # Bangunlah di waktu malam dengan bertahajud, puasalah di waktu siang itulah maskawinnya
  119. . اِنْ لُمْتَ ذَا حَسَدٍ نَفَّسْتَ كُرْبَتَهُ * وَاِنْ سَكَتَ فَقَدْ عَذَبْتَهُ بِيَدِهِ # Jika kamu mencela orang menghasudmu, berarti kamu telah melepas kesusahannya, jika kamu diam (tidak membalas) berarti kamu telah menyiksanya dengan tangannya sendiri
  120. . لَمْ اَرَ فِيْمَا سَأَنِى غَيْرَ شَامِتٍ * وَلَمْ اَرَ فِيْمَا سَرَّنِى غَيْرَ حَاسَدٍ # Tak pernahku lihat ketika kuduka melainkan kesenangan bagi orang dan tak pernahku lihat ketika kusenang meliankan kedengkian bagi orang
  121. . اَلْغِيْبَةُ ذِكْرُكَ اْلاِنْسَانَ بِمَا فِيْهِ بِمَا يُكْرَهُ # Ghibah itu menyebut seseorang dengan sesuatu yang dibenci
  122. . اِذَا شِئْتَ أَنْ تَحْيَا سَعِيْدًا مِنَ الرَّدِى * وَحَظُّكَ مَوْفُوْرٌ وَعِرْضُكَ صِيْنٌ لِسَانَكَ لاَتَذْكُرْ بِهِ عَوْرَةَ اِمْرِئٍ * فَكُلُّكَ عَوْرَاتُ وَلِلنَّاسِ أَلْسِنُ فَعَاشِرْ بِمَعْرُوْفِ وَسَامِحْ مَنِ اعْتَدَى * وَفَارِقْ وَلَكِنْ بِالَّتِى هِيَ أَحْسَنُ # Apabila engkau ingin hidup bahagia jauh dari celaan, hartamu dan wibawamu takkan berkurang, maka peliharalah lidahmu jangan engkau bicarakan keayiban orang lain. Karena tiap-tiap kamu itu ada keayiban dan orang lain itu ada lidahnya. Maka bergaullah sesamamu, maafkanlah kesalahan musuhmu dan berpisahlah dengan baik kalau tidak mau bergaul lagi
  123. . دَرْءُ الْمَفَاسِدْ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ # Menolak memungkaran itu lebih baik dari pada mendatangkan memuslihatan
  124. . كَمْ مِنْ صَغِيْرٍ لاَ حَظَتْهُ عِنَايَـةُ * مِنَ اللهِ فَاحْتَاجَتْ اِلَيْهِ اْلاَكَابِـرُ # Berapa banyak anak kecil mendapat perhatian dari Allah sehingga orang dewasapun menginginkan demikian
  125. . قَالَ الرَّبِعُ : اَلْعُلَمَاءُ سِرَجُ اْلاَزْمَنَةِ, فَكُلُّ عَالِمٍ مِصْبَاحُ زَمَانِهِ يَسْتَضِئُ أَهْلَ زَمَانِهِ # Ulama itu lampu-lampu zaman, orang `alim merupakan pelita zaman, yang menerangi orang-orang zaman
  126. . مَـنْ حَازَ اْلعِلْـمَ وَذَاكَـرَهُ * صَلَحَـتْ دُنْيَـاهُ وَآخِرَتُـهُ فَـاَدَمُ الْعِـلْـمِ مُذَاكَـرَةُ * فَحَيَـاةُ الْعِلْـمِ مُـذَاكَرَتُـهُ # Barang siapa mempelajari ilmu dan mengajarkannya, akan selamat dunia dan akhirat. # Kekal ilmu karena dipelajari, berkembangnya ilmu karena diajari
  127. . كُلُّ الْحَوَادِثِ مَبْدَاهَا مِنَ النَّظْرِ * وَمَعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغِرِ الشَّرَرِ # Tiap-tiap sesuatu diawali oleh pandangan, laksana kebakaran yang disebabkan oleh percikan api
  128. . لاَ مَرْحَبًـا بِسُرُوْرِ عَـادَ بِالضَّـرَرِ # Tiada kebaikan bagi kegembiraan yang menimbulkan kemuzaratan
  129. . تَزَوَّدْ قَرِيْنًا مِنْ فَعَالِكَ اِنَّمَا * قَرِيْنُ الْفَتَى فِى الْقَبْرِ مَا كَانَ يَعْمَلُ # Carilah kawan dengan perbuatanmu yang baik, sesungguhnya kawan dalam kubur adalah amal ibadahmu
  130. . اَلصُّمْتُ زَيِّنٌ لِلْعَالِمِ وَسِتْرٌ لِلْجَاهِلِ # Diam itu hiasan bagi orang `alim dan tutupan bagi orang jahil
  131. . اِذَا ضَاقَ اِتَّسَعَ # Apabila sudah dalam kesempitan, akan nampak jalan keluar
  132. . اَلاِتِّحَادُ تُوْجِدُ الْقُوَّاةَ * اَلْقُوَّاةُ تُوْجِدُ النَّجَاةَ # Persatuan akan mendatangkan kekuatan dan kekuatan akan mendatangkan kemenangan
  133. . وَفَوْقَ كُلِّ ذِى الْعِلْمِ عَلِيْمٌ # Diatas seseorang yang `alim, pasti ada yang lebih `alim lagi dari padanya
  134. . اَلْمُحَافِظُ عَلَى الْقَدِيْمِ قَدْ صَالَحَ * وَاْلاَخْذُ بِالْجَدِيْدِ قَدْ أَصْلَحَ # Memelihara yang awal itu hal yang baik, tetapi mengambil yang baru itu terlebih baik apabila ada manfaatnya
  135. . مَاحُمَّ مِنْ مَوْتٍ حِمْيً وَاقِعًا * وَلاَ تُرَى مِنْ أَحَدٍ بَاقِيًا # Ketentuan Allah atas mati seseorang pasti terjadi, karena tiada di dunia ini yang kekal abadi
  136. . اَحْسِـنْ اِلَى مَـنْ اَسَـاءَ اِلَيْـكَ # Balaslah kebaikan kepada orang yang berbuat jahat kepadamu.
  137.  لِـسَـانُـكَ حَـسَـدُ لَــكَ # Lidahmu laksana serigala bagimu
  138. . قَالَ لُقْمَانُ ِلابْنِهِ : لَوْ كَـانَ الْكَلاَمُ مِنْ فِضَّـةٍ * كَانَ السُّكُوْتُ مِـنْ ذِهَـبٍ # kalau berbicara itu dihargakan dengan perak, maka diam itu harus dihargakan dengan emas
  139. . وَسَمْعُكَ صِنْ عَنْ سِمَاعِ الْقَبِيْحِ * كَصَوْنِ اللِّسَانِ عَنِ النُّطْقِ بِـهِ فَاِنَّـكَ عِنْـدَ سِمَاعِ الْقَبِيْـحِ * شَـرِيْـكٌ لِقَائِلِـهِ فَانْتَبِـهْ # Peliharalah pendengaranmu dari mendengar yang buruk, seperti memelihara lidah dari ucapan yang buruk. # Karena mendengar yang buruk itu berdosa seperti orang yang mengatakannya
  140. . وَزِنِ الْكَلاَمَ اِذَا نَطَقْتَ بِمَجْلِسٍ * وَزْنًا يَلُوْحُ بِهِ الصَّوَابَ الْلاَئِحَ # Pertimbangkan kata apabila ingin mengucapkannya, karena pertimbangan yang baik akan nampak kebenaran yang nyata
  141. . خَزَائِنُ الْمُنَى عَلَى قَنَاطِيْـرِ الْمِحَـنِ # Tercapainya cita-cita tergantung pada banyaknya cobaan.
  142. اَلأَكْلُ لِلْحَيَاةِ وَلَيْـسَ الْحَيَاةُ لِلأَكْلِ # Makan itu untuk hidup bukan hidup itu untuk makan
  143. . قَالَ الشَيْخُ مُحَمَّدُ اَلْبُصَيْرِى : فَهْوَ الَّذِي تَمَّ مَعْنَاهُ وَصُوْرَتُهُ * ثُمَّ اصْطَفَاهُ حَبِيْبًا بَارِيٌ النَّسَمِ مُنَزَّهٌ عَنْ شَرِيْكٍ فِى مَحَاسِنِهِ * فَجَوْهَرُ الْحُسْنِ فِيْهِ غَيْرُ مُنْقَسَمِ # Kesempurnaan Muhammad, baik jasad rauhaniah. Juga bersihnya Muhammad, lembah-lembut dan sejahtera. # Keelokan yang sempurna, tak pernah terbagi-bagi. baik permata yang indah, bukan keelokannya nabi
  144. . يَا مُأَلِّفُ الْقَلْبِ ذُو الْجَلاَلِ الشُعَرَا * اَلْكَلاَمُ تَعْرِفُنِى اَلْكَرِيْمَ الْمُنْجَلاَ # Ku seorang pemuda tampan dan penuh gaya, suara ku indah tiada yang tau
  145. . لاَ خَيْرَ فِى بَدَنٍ لاَ تُصِيْبُهُ اْلاَسْقَامُ * وَلاَ خَيْرَ فِى مَالٍ لاَ تُصِيْبُهُ النَّوَائِبُ # Tiada kebaikan pada badan yang tiada ditimpa kesakitan, dan tiada kebaikan pada harta yang tiada ditimpa malapetaka
  146. . لاَ تَيْأَسُ مِنَ الْفَشَلِ * وَاتَّخِذْ مِنْهُ طَرِيْقًا لِلْحَيَاةِ # Jangan engkau putus asa karena kegagalan, tetap jadikanlah itu sebagai solusi dalam kehidupan
  147. . اَلْعُلِمَاءُ حَرَاسَةُ الدِّيْنِ * وَالْجُنَّادُ حَرَاسَةُ الدُّنْيَا # Tugas ulama adalah menjaga agama, dan tugas tentara ( pemimpin) menjaga negara (dunia)
  148. . رُبَّ شَهْوَةٍ قَلِيْلَةٍ أَوْرَثَتْ وَحْشَةً طَوِيْلَةً # Berapa banyak kenikmatan yang sementara, yang membawaki kepada penyesalan yang selamanya
  149. . قَالَ شَيْخُ الْمُصْطَفَى اَلْغَلَيَيْنِ : وَلَدَدْكَ أُمُّكَ يَا اِبْنَ آدَمَ بَاكِـيَ * وَالنَّاسُ حَوْلَكَ يَا مَحَبَّنَا سُرُوْرَا فَاجْهَدْ بِنَفْسِكَ حَتَّى يَكُوْنُوْا بَاكُوْا * فِى يَوْمِ مَوْتِكَ ضَاحِكً مَّسْرُوْرَا # Kamu dilahirkan oleh ibumu wahai anak adam dalam keadaan menangis, sedangkan manusia yang lain disisi engkau dalam keadaan senang. # Berjuanglah dalam hidup ini supaya ketika engkau meninggal, mereka menangis engkau yang ketawa dalam keadaan senang
  150. . لاَ يُمْكِنُ لَنَـا اَنْ نَكُوْنَ رَجُلٌ كُـلِّ # Tidak mungkin kita ini menjadi orang yang super bisa dalam berbagai jurusan
  151. . اَلْعِلْـمُ هَرْبٌ لِلْفَتَى الْمُتَعَالِى * كَاْلمَاءِ سَيْـلٌ مِنْ مَكَانِ الْعَالِى # Ilmu itu akan lari dari pemuda yang sombong, laksana air yang mengalir dari tempat yang tinggi
  152. . إِ ذَا تَـكَــرَّ رَ كَــرَّ # Sesuatu yang sering kita kerjakan akan terbiasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s