Mutiara Hadits (3 Imam)

Mutiara hadits Imam Baqir r.a.

  1. “Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang benar-benar mengenal-Nya”.
  2.  “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”
  3. “Ketahuilah, bahwa do’a yang paling cepat dikabulkan adalah do’a seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, dan do’a yang pasti terkabulkan adalah do’a orang yang teraniaya”.
  4.  “Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.
  5. “Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata : (1) mata yang bangun malam untuk mujahadah di jalan Allah;  (2) mata yang menangis karena takut kepada-Nya; dan  (3) mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.
  6. “Ingatlah kamu dua hal : Janganlah malas dan jangan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.
  7.  “Kuwasiatkan lima hal kepadamu: (1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim, (2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat, (3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, (4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan (5) jika engkau dicela, kendalikan dirimu”.
  8. “Hamba yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dua dan bermulut dua; ia memuji saudaranya dengan penuh keharuan di hadapannya dan menghibahnya dengan hasudan di belakangnya, jika saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri hati dan jika saudaranya mendapatkan ujian, ia menghina dan meninjahuinya”.
  9. “Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat bagimu: (1) memaafkan orang yang menzalimimu;  (2) menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya; dan (3) bersabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.
  10.  “Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan tidak boros dalam mengeluarkan biaya hidup”.
  11. “(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.
  12. “(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.
  13. “Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan barokah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.

 

Mutiara hadits Imam Kazhim r.a.

  1. “Barang siapa ingin menjadi manusia terkuat, maka kuatkan tawakal kepada Allah”.
  2. “Sarana paling baik yang dapat digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah sabar, mendirikan shalat, berbakti kepada kedua orang tua, meninggalkan sifat dengki, sombong, memfitnah dan bangga diri”.
  3. “Seorang mukmin bagaikan dua sayap timbangan, ketika imannya bertambah, maka ujiannya-pun akan bertambah”.
  4. “Sesungguhnya orang yang berakal tidak akan berbohong meskipun hal itu tidak sesuai dengan kehendak hawa nafsunya”.
  5. “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga bagi pencela dan pembohong yang tak tahu malu dan tidak memikirkan apa yang keluar dari mulutnya serta apa yang dikatakan orang lain kepadanya”.
  6. “Menjaga amanah dan berkata jujur dapat mendatangkan rezeki, sedangkan khianat dan berkata bohong dapat mendatangkan kefakiran dan kemunafikan”.
  7. “Takutlah kepada Allah dan berkatalah benar meskipun engkau harus binasa, karena di dalam berkata benar itu pada akhirnya adalah keselamatanmu. Dan takutlah kamu kepada Allah dan tinggalkanlah kebatilan meskipun engkau akan selamat, karena di dalam kebatilan itu pada akhirnya adalah kecelakaanmu”.
  8.  “Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa”.
  9.  “Hati-hatilah terhadap sifat sombong! Karena tidak akan masuk surga orang yang di hatinya tersimpan setitik kesombongan”.
  10. “Buanglah kebiasan tamak dan janganlah mengharap apa yang ada di tangan manusia serta musnahkanlah rasa tamak dari hati para makhluk, karena tamak adalah kunci kehinaan, pembasmi akal, pemusnah kasih-sayangdan pengotor harga diri serta pembasmi ilmu. Janganlah (hanya mengandalkan) tawakal kepada Tuhanmu”.
  11.  “Berusahalah untuk membagi waktu kalian dalam empat bagian: satu bagian untuk bermunajat kepada Allah, satu bagian untuk mencari rezeki, satu bagian untuk menjenguk para saudara seiman yang dapat dipercaya untuk memberitahukan aib-aib yang ada pada dirimu dan sahabat setiamu lahir-batin, dan satu bagian untuk menikmati kenikmatan yang kalian miliki asalkan tidak haram. Dengan menggunakan bagian keempat ini kalian akan mampu melaksanakan tiga bagian di atas”.
  12. “Duduk bersama orang yang beragama adalah sebuah kemuliaan dunia dan akhirat, dan bermusyawarah dengan orang berakal dan ahli nasihat adalah sebuah berkah, petunjuk dan taufik dari Allah. Jika ia menentukan sebuah solusi, maka janganlah menentangnya, karena hal itu akan mengundang kecelakaan bagimu”.
  13. “Pada hari kiamat sebuah suara akan berteriak lantang : “Barang siapa yang merasa memiliki pahala di sisi Allah, hendaklah ia berdiri!”. Maka berdirilah paling awal tiga golongan, yaitu : orang-orang yang sabar, para pemaaf dan orang-orang yang mengutamakan ishlah. Mereka mengambil pahalanya di sisi Allah”.

 

Mutiara Hadits Imam Ja‘far r.a.

  1. “Waspadalah terhadap tiga orang : (1) pengkhianat; (2) pelaku zalim; dan (3) pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, selanjutnya ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, selanjutnya ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, selanjutnya ia akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”
  2. “Tiga manusia adalah sumber kebaikan : (1) manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak birbantah-bantahan); (2) manusia yang tidak melakukan ancaman dan hasudan;  dan (3) manusia yang banyak berzikir kepada Allah; Ingatlah,  ketiga-tiganya adalah kekasih Allah yang nyata.”
  3. “Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”
  4. “Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”
  5. “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan : (1) penguasa zalim; (2) tetangga yang buruk; dan  (3) perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”
  6. Ada tiga perkara pada diriku, aku tidak menyebutkannya kecuali supaya dapat diambil pelajaran, Pertama : Aku tidak mendatangi penguasa (sulthan) kecuali jika di undang, kedua : Aku tidak masuk pada dua orang kecuali setelah keduanya mempersilahkanku masuk diantara mereka, ketiga : tidaklah aku menyebutkan seseorang setelah dia pergi dari sisiku kecuali kebaikan-kebaikan. (Al Ahnaf bin Qais)
  7. Barangsiapa mencari ridho manusia dengan apa yang memurkakan Allah, maka orang-orang yang tadinya memuji akan berobah mencelanya. Namun barangsiapa mengutamakan ketaatan kepada Allah, meskipun berakibat orang-orang menjadi marah kepadanya maka cukuplah Allah yang menjadi penolong dan pembelanya dalam menghadapi permusuhan tiap musuh, kedengkian tiap pendengki dan kedhaliman tiap orang dhalim (H.R. Ath-Thausi)
  8. Barang siapa yang dibenci manusia karena mencari ridha Allah maka manusia (yang lain) akan mencukupinya (membelanya). Barang siapa yang mencari ridha manusia dengan murka Allah maka Allah akan serahkan dia kepada munusia juga. (Ummul Mu’minin Aisyah ra/ Az Zuhd, Imam Ahmad)
  9. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada adalah DIAM. Bahasa yang paling manis adalah SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.
  10. Seseorang tidak bisa dipegang amanahnya sehingga lurus lisannya, dan dia tidak lurus lisannya sehingga lurus hatinya. (al Hasan al Bashri/Al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)
  11. Orang-orang akan membinasakan diri mereka sendiri jika dalam diri mereka terdapat kebiasaan buruk, sombong, tamak dan hasud. (Imam Hasan Al-Mujtaba / Biharul Anwar, vol 78, hal. 111)
  12. Tidaklah aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada dibawahnya melainkan dia ditimpakan oleh Allah kehinaan melalui orang lain yang lebih tinggi darinya.(Abu Hatim al Basati/ Raudhatul ‘Uqala’, Ibnu Hibban)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s