Mutiara Kata Ranggawarsita

ZAMAN EDAN

 

Istilah Zaman Edan konon pertama kali diperkenalkan oleh Ranggawarsita dalam Serat Kalatida, yang terdiri atas 12 bait tembang Sinom. Salah satu bait yang paling terkenal adalah:

–         amenangi jaman édan,

–          éwuhaya ing pambudi,

–          mélu ngédan nora tahan,

–          yén tan mélu anglakoni,

–          boya keduman mélik,

–          kaliren wekasanipun,

–          ndilalah kersa Allah,

–          begja-begjaning kang lali,

–          luwih begja kang éling klawan waspada.

yang terjemahannya sebagai berikut:

–          mengalami jaman gila,

–          serba susah dalam bertindak,

–          ikut gila tidak akan tahan,

–          tapi kalau tidak mengikuti (gila),

–          tidak akan mendapat bagian,

–          kelaparan pada akhirnya,

–          bagaimanapun juga menjadi kehendak Allah,

–          sebahagia-bahagianya orang yang lalai,

–          akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.

Menurut pendapat seorang penulis bernama Ki Sumidi Adisasmito , syair di atas adalah ungkapan kekesalan hati pada masa pemerintahan Pakubuwono IX yang dikelilingi para penjilat yang gemar mencari keuntungan pribadi. Syair tersebut masih relevan hingga jaman modern ini di mana banyak dijumpai para pejabat yang suka mencari keutungan pribadi tanpa memedulikan kerugian pihak lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s