KARYA TULIS KADER PKK

KARYA TULIS KADER PKK DESA BANJAREJO

KECAMATAN DAGANGAN KABUPATEN  MADIUN 

 Disusun oleh :

Dra. Hj. Nurul Hidayati (Ketua TP PKK Desa Banjarejo)

BAB  I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah di bidang pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga yakni mewujudkan keluarga yang sejahtera baik lahir maupun batin  sekaligus ikut mendukung visi misi Bapak Bupati Madiun “Madiun Sejahtera 2013”, maka setiap kader PKK mempunyai tugas yang sangat penting dan strategis.

Dengan demikian kader PKK dituntut untuk lebih aktif mengikuti berbagai program dan kegiatan yang telah dicanangkan oleh pihak pemerintah dan sudah barang tentu setiap kader PKK harus selalu berpandangan yang luas, kreatif, inovatif dan berdikari dengan didasari ketulus-ikhlasan (berjuang dengan pengorbanan) dengan semangat juang yang tinggi serta tidak berputus asa dalam menghadapi problematika sekecil apapun.

Bertitik tolak dari latar belakang pemikiran tersebut maka segala aktifitas yang dilakukan akan dapat dirasakan langsung sebagai tugas dan tanggungjawab murni dan akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat khususnya bagi kader PKK itu sendiri dan umumnya kepada seluruh masyarakat luas.  Termasuk didalamnya adalah penerbitan karya tulis ilmiyah ini adalah merupakan salah satu upaya untuk mengangkat nilai dan prestasi kader PKK menuju langkah yang lebih kongkrit, terorganisir dan teranalisis.

  1. DASAR
    1. Hasil Rakernas V PKK Tahun 1998
    2. Hasil Rakerda PKK Provinsi Jawa Timur Tahun 1999
    3. Hasil Rakerda PKK Kabupaten Madiun Tahun 1999
    4. Hasil Rakon PKK Provinsi Jawa Timur Tahun 1999, bidang umum, Pokja I s/d Pokja IV
    5. Hasil Rakon PKK Provinsi Jawa Timur Tahun 2002
  2. MAKSUD DAN TUJUAN
  1. Mengetahui sejauh mana partisipasi kader PKK dalam menjalankan tugas-tugasnya di desa masing-masing;
  2. Mengetahui tingkat pengetahuan dan kemampuan Kader PKK dalam mengaplikasikan 10 Program Pokok PKK ;
  3. Meningkatkan kreasi dan inovasi kader PKK sejalan dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi ;
  4. Mempererat jalinan komunikasi horizontal dan vertical yakni hubungan antar kader dan Tim Penggerak PKK dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten.

 

BAB II

POKOK PEMBAHASAN

  1. PENGALAMAN SEBAGAI KADER PKK

Sebagaimana umumnya naluriyah kaum wanita yang dituntut untuk ikut berperan menjalankan berbagai aktifitas kehidupan sejalan dengan konsep kesetaraan gender, maka pada tahun 1984 penulis mengikuti perkuliahan akademisi di Institut Agama Islam Negeri “Sunan Ampel” Ponorogo  yang sekarang disebut STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri).

Pada tahun 1987 sewaktu penulis masih duduk dibangku kuliah IAIN semester VI Allah Swt. menurunkan jodoh buat penulis yaitu seorang pria bernama H. Mahidin Azhari (berasal dari Kabupaten Sampang-Madura), dan tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1987 dilangsungkan pernikahan. Satu tahun kemudian penulis dikaruniai seorang anak perempuan bernama Lu’lu’uz Zulfaniah.

Berhubung penulis sudah mempunyai seorang anak, maka orang tua mengharapkan agar keluarga penulis pulang-pergi dari Desa (Banjarejo-Dagangan-Madiun) ke tempat kuliah di Kabupaten Ponorogo  sampbil menunggu pelaksanaan KKN (kuliah Kerja Nyata) dan munaqosah Karya Tulis ILmiah “Skripsi”.

Keberadaan penulis di Desa Banjarejo itulah dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai aktifitas perempuan, diantaranya mengikuti kegiatan rutin muslimatan, arisan PKK, Posyandu, Yasinan, pengajian Al-hidayah. Hal ini dilakukan dengan penuh semangat  karena secara kepbetulan pada saat itu penulis masih menjabat sebagai Ketua Pengurus PMII Puteri Komesariat IAIN Sunan Ampel Ponorogo Periode 1986 – 1988.

Dengan memadukan pola kepemimpinan dalam Ormas Korp PMII Puteri (KOPRI) di kampus dengan kegiatan PKK di desa, maka penulis dipercaya untuk membantu kegiatan Pokja I (bidang Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Gotong-royong) yang ditekankan kepada bimbingan keagamaan sekaligus pembinaan edukatif.

Tahun 1989 penulis dikaruniani seorang anak lelaki bernama Ghufron Ulul Albab (anak kedua).  Dan dengan hadirnya permata hati yang kedua tersebut sudah barang tentu kesibukan dalam rumah tangga semakin bertambah. Namun demikian penulis tidak pernah surut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan desa  termasuk aktifitas kaum wanita melalui program PKK.   Bahkan ketika itu juga penulis mendapatkan kesempatan mengajar di SMEA Wijaya Kusuma I Madiun yang sekarang disebut SMK Wijaya Kusuma.

Dengan taqdir Allah Swt. Pada tahun 1991 penulis (bersama dua orang anak) hijrah ke negeri Malaysia untuk memenuhi panggilan suami yang lebih dahulu (setahun sebelumnya) mengemban tugas sebagai guru dan pentadbir di sebuah sekolah agama tingkat SLTP dan SLTA. Ternyata kehadiran penulis di Provinsi Johor-Malaysia itu langsung mendapatkan amanah untuk mengajar di sekolah yang sama  yakni SMA An-Nur Johor.

Dengan terjadinya perpindahan kerja (dari Indonesia ke Malaysia) tersebut secara otomatis kegiatan PKK tertinggalkan, namun demikian di negeri rantaupun ternyata penulis masih berkesempatan untuk mengikuti kegiatan kaum ibu yang serupa.

Bahkan pada tanggal 28 Desember 1993 penulis melanjutkan hijrah ke Negara Brunei Darussalam yang juga mengikuti jejak suami  yang telah mendapatkan tauliah untuk menjabat sebagai Pegawai Kantor Pengembangan Kurikulum Kementerian Pendidikan Negara Brunei Darussalam.  Dan pada tahun berikutnya (1996) penulispun lulus tes sebagai guru agama di Negara tersebut. Peristiwa hijrah tersebut berjalan hingga tahun 2005.

Walupun selama kurang lebih 14 tahun penulis berada di luar negeri, berbagai kegiatan kewanitaan tetap penulis jalankan seperti pengajian rutin arisan, eksebisi aneka masakan, senam jasmani, olahraga dan lain-lain. Hal tersebut dapat dilakukan dengan baik karena selama di luar negeri penulis dituntut untuk bergabung dengan “Forum Kerabat Nusantara” sub aktifitas Darma Wanita dibawah naungan Kedutaan Besar RI di Bandar Seri Begawan Negara Brunei Darussalam.

Bahkan penulis tidak jemu-jemu untuk mengkolaborasikan langsung pengalaman di luar negeri dengan pengurus PKK di tanah air, seperti melalui jaringan telephon, feximiel dan lain-lain.

Tahun 2005 tepatnya bulan April kami mengakhiri kontrak dengan kerajaan Brunei dan kembali kampung halaman (Desa Banjarejo Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun) dan kembali aktif bersama TP-PKK Desa Banjarejo dan diserahi tugas jabatan sebagai ketua  Pokja I  serta pengurus Desa Siaga “Kasih Bunda”.

Dengan ridha Allah Swt., pada tahun 2008 sang suami (Drs. H. Mahidin Azhari), mendapat amanah untuk memimpin Desa Banjarejo (Kepala Desa), maka sudah barang tentu penulis harus mendampinginya dalam berbagai kegiatan desa baik bidang pemerintahan maupun kemasyarakatan, dan dalam hal ini sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa Banjarejo – Dagangan – Madiun hingga sekarang.

 

  1. TUGAS-TUGAS YANG DIJALANKAN SELAMA MENJADI KADER PKK

Menjalankan tugas-tugas sebagai kader PKK tentunya harus mengikuti petunjuk pelaksanaan yang telah diatur dalam pedoman buku khusus disamping menggali dan memasukkan pemikiran-pemikiran dan cara tertentu sesuai dengan keperluan semasa.

Adapun tugas-tugas yang penulis lakukan selama menjadi kader PKK hingga berperan sebagai ibu Kepala Desa (Ketua TP-PKK) diantaranya :

  1. Tugas Pokja I

–         Pengajian;

–         Jama’ah Yasinan dan tahlil;

–         Penyuluhan hukum dan kemasyarakatan;

–         Penanggulangan aid dan narkoba;

–         Penerapan pola anak asuh menuju keluarga sakinah;

–         Bimbingan pranikah (untuk calon pengantin).

  1. Tugas sebagai Ketua TP PKK

–         Membina Posyandu Balita;

–         Membina Kader Posyandu Lansia;

–         Membina Kopwan Sinar Putih;

–         Membina Kelompok Wanita Tani;

–         Membina kegiatan Desa SIAGA;

–         Penyelenggara TK, RA dan PAUD,  dan lain-lain.

Selaku Ketua TP-PKK Desa sekaligus sebagai kader PKK berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas-tugas dan kegiatan-kegiatan yang telah diprogramkan, sehingga pada perlombaan evaluasi administrasi dan kegiatan 10 Program Pokok PKK Desa Sekecamatan Dagangan, desa kami mendapatkan juara I tingkat kecamatan, yang akhirnya pada tahun 2009 Desa Banjarejo mewakili Kecamatan Dagangan masuk tingkat Kabupaten. Walupun belum mencapai hasil yang maksimal namun setidak-tidaknya kami selaku kader telah melakukan dan menampilkan yang terbaik sesuai dengan kemampuan yang ada.

Sebagaimana yang telah penulis sampaikan pada bab I bahwa para kader tidak boleh berputus-asa dalam melakukan kegitan PKK yang berhadapan langsung dengan masyarakat majemuk dan latar belakang pendidikan, pengalaman yang berbeda-beda. Itu semua harus dilakukan secra professional dan didukung kesabaran. Semua itu selalu penulis sampaikan dalam berbagai forum maupun aktifitas di lapangan.

  1. HIKMAH MENJADI KADER PKK

Dapat penulis rasakan, bahwa manfaat sebagai kader PKK adalah sangat besar, diantaranya :

1)    Selalu mawas diri / introspeksi diri ;

2)    Senantiasa ibda’ binafsi (memulai dari diri kita sendiri) ;

3)    Menambah hubungan persaudaraan dan persahabatan ;

4)    Dapat mempererat jalinan sillaturahim ;

5)    Memiliki jiwa tenggang rasa ;

6)    Suka berkorban dan tulus ikhlas ;

7)    Rajin bekerja dan gotong-royong ;

8)    Disiplin dan bertanggungjawab ;

9)    Membina kerukunan bertetangga ;

10)     Bertambahnya pengetahuan dan keterampilan

Dari sekian banyak hikmah menjadi kader PKK tersebut secara langsung bisa dirasakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari lingkup yang terkecil (rumah tangga) hingga ke lingkup kemasyarakatan dan pemerintahan.

 

BAB III

PERMASALAHAN

A. MASALAH YANG DIHADAPI

Dalam mengemban tugas sebagai kader PKK sudah berang tentu mengalami permasalahan yang sifatnya sebagai tantangan untuk memperbaiki langkah dalam menjalankan berbagai programnya.

Adapun masalah-masalah yang dihadapi kader PKK diantaranya :

1)    Sulitnya mencari kader ataupun anggota karena banyaknya ibu rumah tangga dan remaja puteri yang bekerja di luar negeri (TKI/TKW) ;

2)    Menurunnya kesadaran masyarakat untuk mengorbankan waktu dan tenaganya terhadap urusan dan kepentingan umum ;

3)    Kurangnya kesadaran masyarakat bahwa menjadi kader PKK itu banyak hikmah dan manfaatnya ;

4)    Keadaan ekonomi yang kurang memadai dan tidak menentu sehingga masyarakat lebih memfokuskan kepada urusan pribadi dan keluarga masing-masing ;

5)    Masyarakat yang berkemampuan baik dalam segi ekonomi maupun pengetahuan masih cenderung mementingkan urusannya sendiri ;

6)    Kurangnya sumberdana untuk kegiatan dan insentif kader.

 

B. PEMECAHAN MASLAH

Untuk memecahkan masalah yang dihadapi  oleh kader PKK tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah kongkrit, diantaranya :

1)    Perlu dilakukan komunikasi dan kordinasi aktif antara pihak Pemerintahan desa, Lembaga-lembaga desa, Organisasi agama dan kemasyarakatan, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh wanita dan seluruh pengurus serta kader PKK setempat ;

2)    Pengarahan dari instansi/dinas terkait ;

3)    Kunjungan TP PKK tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten,  sehingga masyarakat akan merasa diperhatikan dan dipedulikan, yang akhirnya bisa menggugah hati mereka untuk bergabung dan lebih aktif dalam mengikuti kegitan PKK ;

4)    Perlu adanya pelatihan atau kursus-kursus dibidang kreatifitas dan ketrampilan wanita ;

5)    Perlu adanya suntikan dana sebagai modal usaha khususnya bagi remaja puteri dan ibu-ibu rumah tangga ;

 

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian pembahasan dan permasalahan yang telah penulis uraikan diatas, dapat ditarik kesimpulan :

  1. Perjalanan penulis sebagai kader PKK pada dasarnya masih bersifat sederhana karena seringnya berpindah tempat dan tuntutan profesi ;
  1. Terbenturnya permasalahan rumah tangga terutama di bidang ekonomi mengakibatkan kurang optimalnya pelaksanaan program PKK di desa ;
  1. Untuk memecahkan problematika yang dihadapi oleh pengurus dan atau kader PKK, perlu ditingkatkan hubungan komunikasi dan kordinasi aktif dari berbagai pihak terkait.

 

B. SARAN-SARAN

Untuk melengkapi paparan dalam makalah ini, perlu penulis sampaikan saran dan harapan :

  1. Kepada pihak pembaca, kiranya berkenan untuk mempererat jalinan  komunikasi ilmiyah melalui tukar-balik pengalaman antar kader ;
  1. Kepada pihak Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten, kiranya berkenan melakukan TURBA (Turun ke Bawah) secara rutin dan terjadwal  guna mengadakan bimbingan dan pembinaan kongkrit dalam upaya peningkatan kwalitas kader PKK yang lebih baik.
  1. Kepada pihak Pemerintahan Desa Banjarejo, kiranya berkenan menambah kan anggaran khusus untuk kegiatan PKK melalui dana tertentu.

C. PENUTUP

Untaian kalimat syukur “Al-hamdulillah” harus penulis kemukakan, karena dengan anugerah rahmat dan petunjukNya  penulis dapat memaparkan  karya tulis ini dari awal hingga akhir walaupun penulis berkeyakinan bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan.

Sangat menjadi harapan dari pihak penulis, semoga makalah kecil ini benar-benar mendapatkan tanggapan yang baik dari pihak pembaca serta koreksi positif terhadap peningkatan kwalitasnya.

Dan secara khusus, kepada Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten penulis berharap untuk senantiasa memberikan petunjuk, bimbingan, dan motivasi terhadap kader-kader PKK di desa penulis khusunya dan kepada semua pengurus pada umumnya, sehingga seluruh program pokok PKK dapat direalisasikan dengan baik dan memenuhi objektifitas yang sesungguhnya.

 

BIODATA

NAMA LENGKAP

TPT/TGL. LAHIR

AGAMA

ALAMAT

STATUS

JUMLAH ANAK

 

 

PENDIDIKAN

 

 

 

PENGALAMAN KERJA

 

:

:

:

:

:

:

 

 

:

 

 

:

Dra. Hj. NURUL HIDAYATI

Madiun, 2 Pebruai 1966

Islam

Desa Banjarejo, RT. 03/01

Kawin / menikah

2 (dua) orang ;

– Lu’lu’uz Zulfaniah

– Ghufron Ulul Albab

– SD       :  Lulus  tahun 1977

– MTsN   :  Lulus  tahun 1981

– PGAN   :  Lulus  tahun 1984

– IAIN     :  Lulus  tahun 1989

  1. Guru SMEA Wijaya Kusuma I Madiun, Tahun 1989-1991
  2. Guru SMA Malaysia, Tahun 1991-1993
  3. Guru Agama Kementerian Pendidikan Negara Brunei Darussalam Tahun 1996 – 2005
PENGALAMAN

ORGANISASI

 

:

 

 

  1. Sekretaris OSIS di PGAN Madiun Tahun 1982 – 1983
  2. Pengurus Senat Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Ponorogo  Tahun 1986-1988
  3. Ketua Korp PMII Puteri (Kopri) KSA Ponorogo Tahun 1986-1988
  4. Ketua Tim Penggerak PKK 2008-sekarang
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s