Adab Berdo’a & Waktu-waktu Mustajab

 
TATA CARA DAN ADAB BERDO’A

1.Awali dan akhiri dengan pujian kepada Allah, serta ikuti dengan bacaan sholawat.
Allah swt, berfirman :
“Allah memiliki nama-nama yang baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs.Al.A’rof : 180)

2.Ikhlas dalam berdo’a
Allah swt, berfirman :
“Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (Qs.Al mu’min: 14)

3.Mantab (menghadirkan hati) dalam berharap.
Nabi saw, bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian berdo’a hendaklah benar-benar mantab dalam mengharap, dan janganlah mengatakan: Allahumma in syi’ta fa-a’ tini (ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah swt tidak dalam tekanan.” (HR.Bukhari,Muslim)

4.Tidak mendo’akan keburukan

5.Yakin akan ter-ijabah
Rosulullah saw, bersabda:
“Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai.” (HR. Turmudzi)

6.Berprasangka baik kepada Allah

7.Mengangkat tangan (menengadahkan tangan) ketika berdo’a

8.Menghadap kiblat

9.Dalam keadaan suci atau berwudlu

10.Merendahkan suara dalam berdo’a yaitu antara samar dan keras
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Maka Kami kabulkan do’anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al-Anbiya’ : 90).
======================================================
WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDO’A

1.Sepertiga malam
Rosulullah saw bersabda:
“Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam akhir. Maka Allah berfirman: Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, pasti Aku kabulkan, dan barang siapa yang memohon kepada-Ku, pasti Aku beri, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi)

2.Setelah shalat fardlu
Rosulullah saw pernah ditanya:
“Wahai Rosulullah, Kapankah do’a yang paling didengar Allah?”
Rosulullah saw menjawab:
“Do’a ditengah malam dan do’a setelah shalat fardlu.” (HR. Tirmidzi)

3.Pada saat lapang
Rosulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang menginginkan do’anya dipenuhi Allah ketika ia dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak do’a diwaktu lapang.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

4.Ketika sujud
Rosulullah saw bersabda:
“Jarak yang paling dekat antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah do’a ketika sujud.” (HR. Muslim)

5.Pada hari jum’at
Rosulullah saw bersabda:
“Pada hari jum’at itu ada suatu saat yang apabila kebetulan seorang muslim shalat sambil meminta sesuatu kepada Allah swt, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6.Pada hari Arafah
Rosulullah saw bersabda:
“Sebaik-baik do’a adalah pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

7.Malam Lailatul Qodar
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar.” (QS. Al-Qadr 3-4)

8.Waktu antara adzan dan iqamat
Rosulullah saw bersabda:
“Do’a tidak akan ditolak antara adzan dan iqamat.” (HR. Abu Daud)
Dalam hadits lain Rosulullah saw bersabda:
“Do’a antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak.” (HR. Tirmidzi)

9.Pada saat turun hujan
“Dua do’a yang tidak pernah di tolak: do’a pada waktu adzan dan do’a pada waktu hujan.” (HR. Hakim)

10.Pada saat jihad fi sabilillah
“Ada dua do’a yang tidak tertolak atau jarang tertolak: do’a pada saat adzan dan do’a tatkala perang berkecamuk.” (HR. Abu Daud)

11.Ketika bersujud dalam shalat
“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdo’a sebab pada saat itu sangat tepat untuk dikabulkan.” (HR. Muslim)

12.Ketika bangun tidur dimalam hari
“Tidaklah seseorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Ibnu Majah).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s