Alur Cerita Dongkrek

ALUR PENYAJIAN CERITA DHUNGKREK

Dalang menyampaikan   “ALKISAH”  Disuatu masa (Gambaran 11/2 abad yang lalu)

  1.                i.      Mengawali jalannya kisah ; Seorang anak kecil yang lucu dan comel keluar  ke suatu tempat untuk bermain-main dan bersukaria   lDiiringi lagu Hatiku Gembira”
  1.               ii.      Dalam suasana yang mulanya tenang dan mengasyikkan itu, tiba-tiba Muncullah beberapa sosok mahluk halus (jenis gendruwo/buto)  dengan penampakan yang seram dan menakutkan, sehingga membuat si anak kecil lari tunggang langganggang penuh histeri dan ketakutan. lIringan  lagu  “Buto-buto galak”
  1.              iii.      Tak lama kemudian,beberapa orang perempuan (puteri-puteri ayu) datang bersama-sama untuk menunaikan aktivitas hariannya dengan wajah-wajah ceria, penuh senyum indah nan mempesona. lIringan  lagu  “Lumbung Desa”.
  1.              iv.      Dan dengan ternampaknya beberapa perempuan tersebut membuat makhluk-makhluk (buto/gendruwo) itu sontak riang-kegirangan karena merasa dirinya akan mendapatkan mangsa-mangsa istimewa untuk digoda dan dirasuki dengan tipu muslihatnya, sejenak mereka ber-sembunyi di beberapa penjuru yang dianggap aman dan merekapun berubah bentuk serta wajahnya.
  1.               v.      Ditengah-tengah keasyikan dan kekompakan para wanita menjalani aktivitasnya (menumbuk padi), serentak sang buto-buto melakukan penyerangan secara membabi-buta dengan menyebarkan hama-hama penyakit aneh dan ajaib terhadap masyarakat setempat (termasuk mempengaruhi para wanita tersebut), sehingga membuat suasana yang semula tenang berubah menjadi kacau balau, hiruk-pikuk, gundah-gulana, bercampur jeritan-jeritan hestria, dan saat itu pula terjadilah PAGEBLUG yang tak terduga-duga yang berakibat jatuhnya beberapa korban (sakit dan tak sadarkan diri).
  1.              vi.      Dari waktu ke waktu terus berlalu, pageblug pun masih merajalela,, sehingga hadirlah seorang tokoh karismatik yang arif-bijaksana (dalam cerita versi ini disebut ulama/kyai) yang dikenal dengan panggilan SYEKH SUPANA. Beliau terjun langsung untuk membela kebenaran dan memberantas kebatilan yang diupayakan oleh para makhluk penebar penyakit tersebut.

Maka dengan berbekal semangat keimanan, keilmuan dan kesaktian yang tinggi, majulah terus sang syekh dengan langkah-langkah kongkritnya ;

  1. 1.     Mengobati wanita-wanita yang jatuh sakit dan pingsan hingga sadar kembali melalui bacaan do’a dan tetesan air jampi. lDiiringi Sya’ir “Hisbul Autad”
  1. 2.     Membacakan ayat kursi dan kalimah takbir seraya memutar-mutar tasbih serta menghempaskan tongkatnya, sehingga jatuh tersungkurlah dua makhluk penyebar penyakit jiwa tersebut.  lMasih diiringi Sya’ir “Hisbul Autad”
  1. 3.     Menyampaikan ayat muhasabah (Hasbunallohu wani’mal wakiil ni’mal maulaa wani’man nashiir), hauqullah dan takbir, seraya memutar-mutarkan serbannya, maka tersungkurlah juga dua makhluk-makhluk penggoda yang tersisa.   lDiiringi Sya’ir “Sholawat Taubat”
  1. 4.     Untuk penyadaran dan pemulihan makhluk-makhluk yang telah setengah lumpuh itu, syekh Supana melakukan pengobatan disertai nasihat-nasihat suci melalui ayat Al-Quran : “Bismillahil Kaafii, Bismillahil Waafii, Bismillahis Syaafii, Bismillahi walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim”.                        Al-hasil ; sembuhlah, sadarlah dan insflah mereka dari kejailan nya. Mereka pun sanggup meninggalkan perbuatan angkara murka menuju jalan yang benar.
  1. 5.     Akhirnya semua pihak bersama-sama kembali ke suasana kehidupan yang dinamis, harmonis, sejahtera, aman, sentosa.   lDiiringi Sya’ir “Do’a Mustajabah”
  1.             vii.      Tutup cerita, para pemain melakukan penghormatan akhir dengan mendendangkan lagu “Sayonara” dan “Gilang sepatu gilang”.

===== Wassalam =====

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s