Keutamaan 2 ayat terakhir Surah Al-Baqarah (01)

KEUTAMAAN AKHIR SURAH AL BAQARAH

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Dikeluarkan oleh Imam Muslim dan An-Nasaa`i dari Ibn Abbas r.a. berkata, “Di antara kami ada Rasulullah SAW yang sedang duduk, dan di sisi beliau Jibril as. Ketika mendengar suara dari atasnya, maka Jibrilpun mengarahkan pandangannya ke langit, dan iapun kemudian berkata kepada Rasulullah SAW, “Sungguh, pintu (langit) ini telah dibuka dari langit dan belum pernah ia dibuka sebelumnya. Ibn Abbas ra berkata kembali, “Maka dari langit turunlah seorang malaikat untuk menemui Rasulullah SAW. Malaikta itu kemudian berkata, “Saya membawa kabar gembira dengan dua cahaya. Sungguh dua cahaya tersebut telah datang dan belum pernah seorang nabi pun sebelum engkau yang diberi dua cahaya tersebut. Adapaun dua cahaya yang dimaksud adalah al Fatihah dan akhir surah al Baqarah. Tiada seorangpun yang membaca satu huruf darinya kecuali Allah akan memberinya.”

Demikianlah rahasia al Fatihah dan pembacanya yang dijelaskan dalam syarah al Syifaa`.

Diriwayatkan secara marfu` oleh al Dailami dari Abu Hurairah ra. “Dua ayat dari al Quran al Karim. Yang keduanya merupakan penyembuh, dan Allah SWT mencintai dua ayat tersebut. yaitu akhir surah al Baqarah.” (Demikian telah dijelaskan dalam kitab al Itqaan).

Diriwayatkan secara mursal oleh al Dailami dari Jabir. “Sesungguhnya Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya Allah SWT menyelesaikan surah al Baqarah dengan dua ayat, yang telah Allah jadikan keduanya sebagai salah satu “harta simpanan” yang berada di bawah `Arsy. Maka pelajarilah dua ayat tersebut, dan ajarkanlah kepada istri-istri kalian, karena sesungguhnya dua ayat tersebut merupakan rahmat, kurban, dan doa. Maksudnya dua ayat tersebut merupakan wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT  dengan cara berdzikir, berdoa, dan memohon dengan menggunakannya.” (Demikian disebutkan dalam kitab al Misykah al Mashaabih).

Diriwayatkan dari Muqatil ibn Hibban ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “ Tatakala aku diisra`kan ke langit,  Jibril as pergi hingga berhenti bersamaku di al Hijab al Akbar di sisi Sidratil Muntaha.” Kemudian Jibril as berkata, “Ya Rasulullah SAW, majulah.” Akupun berkata kepadanya, “Wahai Jibril, aku tidak akan maju kecuali bersamamu.” Jibril as berkata kembali, “Ya Rasulullah SAW, tiada yang pantas untuk melewati tempat ini kecuali engkau. Dan engkau di sisi Allah SWT adalah lebih mulia dibandingkan diriku.” Rasulullah SAW bersabda, “Maka akupun maju hingga berhenti pada sebuah singgasana kebesaran yang di atasnya terdapat tilam dari sutera syurga.” Maka Jibrilpun berkata dari belakangku, “Wahai rasulullah SAW, sesungguhnya Tuhanmu telah memujimu, maka dengarkan, taatilah, dan jangan mengingkari kalam-Nya.” Rasulullah SAW kemudian bersabda kembali, “Maka akupun memulai dengan puji-pujian kepada Allah SWT.” Aku (Rasulullah SAW) kemudian berkata, “Segala ucapan penghormatan milik Allah SWT, begitu pula segala karunia dan ucapan pengagungan.” Allah SWT kemudian berfirman, “Semua pertolongan dan pemeliharaan untukmu, wahai nabi, begitu pula karunia dan berkah Allah SWT.” maka akupun menjawab, “Segala perlindungan dan pemeliharaan untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang shalih.” Jibril as kemudian berkata, “Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan kecuali Allah SWT, Maha Esa Ia, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad merupakan hamba dan utusan-Nya.” Allah SWT berfirman kembali, “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya.” Akupun (Rasulullah SAW) berkata, “Benar, saya telah beriman kepada Engkau ya Rabb.” Allah SWT kemudian berfirman kembali, “demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya.” Sebagaimana orang-orang Yaudi telah membeda-bedakan antara Musa dan Isa, dan membeda-bedakan Nasrani diantara keduanya.” Allah SWT berfirman, “Allah tidak membebani seseorang (maksudnya tidak membebani seorang hamba untuk mendirikan shalat)  melainkan sesuai dengan kesanggupannya (maksudnya sesuai dengan kemampuannya). ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya (maksudnya ia akan mendapatkan pahala dari kebaikan yang telah diusahakannya, dan ia akan mendapatkan ganjaran dari kejelekan yang telah diusahakannya pula berupa ganjaran keburukan).”

(mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.”

Tarjamah :

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s