Allah (Tauhid)

Allah 19الله

Dari Wikipedia bahasa Indonesia

Allah (bahasa Arab Allāhu الله) adalah kata dalam bahasa arab yang merujuk pada “tuhan“. Kata ini lebih banyak dikenal sebagai sebutan tuhan oleh penganut agama Islam. Kata ini sendiri dikalangan para penutur bahasa arab, adalah kata yang umum untuk menyebut tuhan, terlepas dari agama mereka, termasuk penganut Yahudi dan Kristen arab. Konsekuensinya, kata ini digunakan dalam terjemahan kitab suci agama Kristen dan Yahudi yang berbahasa arab, sebagaimana pula terjemahan Alkitab dalah bahasa Indonesia dan Turki.

Etimologi

Beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata “Allah”. Salah satunya mengatakan bahwa kata Allāh (الله) berasal dari gabungan dari kata al- (sang) dan ʾilāh (tuhan) sehingga berarti “Sang Tuhan”. Namun teori ini menyalahi bahasa dan kaidah bahasa Arab. Bentuk ma’rifat (definitif) dari ilah adalah al-ilah, bukan Allah. Dengan demikian kata al-ilah dikenal dalam bahasa Arab. Penggunaan kata tersebut misalnya oleh Abul A’la al-Maududi dalam Mushthalahatul Arba’ah fil Qur’an (h. 13) dan Syaikh Abdul Qadir Syaibah Hamad dalam al-Adyan wal Furuq wal Dzahibul Mu’ashirah (h. 54). Kedua penulis tersebut bukannya menggunakan kata Allah, melainkan al-ilah sebagai bentuk ma’rifat dari ilah. Dalam bahasa Arabpun dikenal kaidah, setiap isim (kata benda atau kata sifat) nakiroh (umum) yang mempunyai bentuk mutsanna (dua) dan jamak, maka isim ma’rifat kata itupun mempunyai bentuk mutsanna dan jamak. Hal ini tidak berlaku untuk kata Allah, kata ini tidak mempunyai bentuk ma’rifat mutsanna dan jamak. Sedangkan kata ilah mempunyai bentuk ma’rifat baik mutsanna (yaitu al-ilahani atau al-ilahaini) maupun jamak (yaitu al-alihah). Dengan demikian kata al-ilah dan Allah adalah dua kata yang berlainan.[1]

Teori lain mengatakan kata ini berasal dari kata bahasa Aram Alāhā.[2] Cendekiawan muslim terkadang menerjemahkan Allah menjadi “God” dalam bahasa Inggris. Namun demikian, sebagian yang lain mengatakan bahwa Allah tidak untuk diterjemahkan, dengan berargumen bahwa kata tersebut khusus dan agung sehingga mesti dijaga, tidak memiliki bentuk jamak dan gender (berbeda dengan God yang memiliki bentuk jamak Gods dan bentuk feminin Goddess dalam bahasa inggris). Isu ini menjadi penting dalam upaya penerjemahan Al Qur’an.

Tipografi

Kata Allāh selalu ditulis tanpa alif untuk mengucapkan vowel ā. Ini disebabkan karena ejaan Arab masa lalu berawalan tanpa alif untuk mengeja ā. Akan tetapi, untuk diucapkan secara vokal, alif kecil selalu ditambahkan di atas tanda shaddah untuk menegaskan prononsiasi tersebut.

Allah dalam Islam

Dalam Islam, Allah adalah satu-satunya tuhan (tanpa sekutu) 112:1, sang pencipta, tuhan dari Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Yakub, sebagaimana juga tuhan dari Musa, Dawud, Sulaiman, Isa dan Muhammad (semoga rahmat dan shalawat dilimpahkan kepada mereka semua).

Menurut F.E. Peters, ” Al Qur’an menyatakan 29:46, Muslim memercayai, dan sejarawan menyetujui, bahwa Muhammad dan pengikutnya menyembah tuhan yang sama dengan yang disembah Yahudi”. Allah-nya Al Qur’an adalah tuhan sang pencipta yang ada dalam kisah Ibrahim. Peters mengatakan bahwa Al Qur’an menggambarkan Allah lebih berkuasa dan jauh dibandingkan dengan Yahweh, dan juga merupakan tuhan universal, tidak seperti Yahweh yang lebih dekat dengan bangsa Israel.

Dalam tradisi Islam disebutkan ada 99 nama untuk Allah (Asmaaul Husna), diambil dari nama-nama yang digunakan Al Qur’an untuk merujuk kepada Allah. Diantara nama-nama tersebut adalah :

  • Al Malikul Mulk (Raja diRaja, Maharaja)
  • Al Hayy (Maha Hidup)
  • Al Muhyii (Maha Memberi Kehidupan)

Frase yang mengandung Allah

Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:

  • Allahu Akbar (الله أكبر) (Allah maha besar)
  • Bismillah (بسم الله ) (Dengan nama Allah)
  • Insya’Allah (إن شاء الله) (Jika Allah menghendaki)
  • Masya Allah (ما شاء الله) (Kata yang biasanya diucapkan jika melihat sesuatu yang aneh (ganjil) terkadang diganti dengan kata “subhan Allah”)
  • Subhan Allah (سبحان الله) (Maha suci Allah)
  • Alhamdulillah (الحمد لله) (Segala puji bagi Allah)
  • Allahu A’alam (الله أعلم) (Allah maha mengetahui)
  • Jazaka Allahu Khairan (جزاك الله خيراً; ucapan pernyataan terima kasih yang sebenarnya berarti “Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu”)
  • La Ila ha Ilallah (ucapan persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah”)

Keberadaan Allah

Para Imam yang empat telah sepakat bahwa Rahmat Allah Subhanahu wa ta’alla berada di atas ‘Arsy tidak ada seorang pun dari makhluk yang serupa dengan-Nya.

Allah dalam Kristen

Dalam Kristen kata “Allah” merujuk kepada Yang Maha Kuasa secara umum, yang memperkenalkan diri-Nya sebagai YHWH. Dalam Kekristenan arus utama, Allah diyakini memperkenalkan diri-Nya dalam tiga pribadi, namun Ia tetap satu. Karena itulah dikenal konsep Tritunggal, yaitu manifestasi Allah dalam diri Allah Bapa, Allah Anak atau Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa merujuk kepada Allah yang disapa secara akrab oleh orang Kristen seperti dalam hubungan antara ayah dengan anaknya. Hal ini didasarkan pada ajaran Yesus dalam Doa Bapa Kami dalam Matius 6:9, “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu…” Ajaran ini kemudian diperjelas oleh Paulus dalam Galatia 4:6: “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Kata Allah juga dipakai dalam bentuk jamak dalam Yudaisme maupun agama Kristen seperti “allah-allah yang lain” untuk menyebut dan menunjuk pada dewa-dewa, dan juga menggunakan huruf “a” untuk membedakannya dari kata Allah (dengan huruf “A”) yang berarti Tuhan.

Allahu Akbar

Allahu Akbar (“Allah Maha Besar“) adalah sebuah seruan yang lazim dikenal dengan istilah Takbir yang merupakan sebuah kalimat dalam bahasa Arab, اللهأَكْبَر artinya ialah Allah Maha Besar / Maha Agung. Seruan ini dikumandangkan oleh umat Muslim untuk memuliakan nama Tuhan atau asma Allah.

Sesuai dengan maknanya, Akbar-nya Allah sudah ada pada sifat Pencipta, Pemelihara/Pendidik dan Penghancur (Rububiyah QS:1/2) juga pada Kekuasaan (Mulkiyah QS: 1/4) serta pada Ilahiyah–Yang Diabdi (QS: 1/5) Allah yang terlaksana pada alam semesta.

Basmalah

Basmalah (bahasa Arab : “Bismillah ) adalah bahasa Arab yang digunakan untuk menyebutkan kalimat Islam bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. Kalimat ini tertera dalam setiap awalan Surat di dalam Al-Qur’an, kecuali Surat At-Taubah. Juga diucapkan setiap kali seorang Muslim melakukan shalat, juga memulai kegiatan harian lainnya, dan biasanya digunakan sebagai pembuka kalimat (Mukadimah) dalam konstitusi atau piagam di negara-negara Islam. Kalimat Basmallah juga pernah ditulis pada zaman Nabi Sulaiman untuk ratu Bilqis sesuai dengan informasi dalam Al Qur’an yaitu di surat 27 ayat 30.

bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Bismillah berasal dari bahasa arab yang berarti “Dengan menyebut nama Allah )”. Bacaan ini disebut Tasmiyah dan bagi orang Islam sangat dianjurkan membacanya untuk memulai setiap kegiatannya. Sehingga apa yang dikerjakan diniatkan atas nama Allah dan semoga mendapatkan restu atas pekerjaan tersebut.

Insya Allah

Insya’Allah adalah ucapan seseorang yang menyertai pernyataan akan berbuat sesuatu pada masa yang akan datang. Dengan mengucapkan perkataan ini seorang muslim telah berjanji untuk melakukan perbuatan tersebut kecuali tidak memungkinkan pada saat akan dilakukan. Lihat QS 18:24.

Masya Allah

Masya Allah (ما شاء الله) adalah frase yang diungkapkan seorang Muslim untuk menunjukkan kekaguman terhadap seseorang atau kejadian. Dalam hal ini, digunakan sebagai ekspresi penghargaan, sementara dalam waktu yang sama juga sebagai pengingat bahwa semua pencapaian bisa terjadi karena kehendak-Nya. Terjemahannya kurang lebih adalah “Allah telah berkehendak akan hal itu”, dengan kata telah yang menekankan tentang doktrin Islam yang percaya pada takdir. Digunakan sebagai ungkapan kegembiraan disertai doa.

Subhan Allah

Subhan Allah atau Subhanallah (سبحان الله) berarti Maha Suci Allah.

Alhamdulillah

Al-Hamdulillah (الحمد لله) yang berarti “Pujian itu hanya untuk Allah”, merupakan ungkapan atas rasa terima kasih seorang muslim atas karunia Allah.

Allahu A’lam

Allahu a’lam atau biasa menjadi Wallahu A’lam, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Arab artinya ialah Allahlah yang Maha Mengetahui. Ucapan ini dipakai bila seseorang mengemukakan pendapatnya tentang sesuatu dan dengan mengatakan hal itu seolah-olah ia mengatakan bahwa ia tak luput dari kesalahan dan segala pengetahuan adalah milik Allah semata.

La Ila ha Ilallah

Wikipedia tidak memiliki halaman dengan judul “La Ila ha Ilallah”. Sebelum membuat halaman baru, harap cari “La Ila ha Ilallah” di Wikipedia, dan cek juga kemungkinan alternatif judul atau ejaan.

Allah Roh Kudus

Allah Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal. Allah Roh Kudus (dalam bahasa Ibrani רוח הקודש Ruah haqodesh) hanya dipercayai oleh umat Kristiani dan adalah Pribadi penolong yang memimpin kita, dalam bentuk Roh (pneuma bhs. Yunani: πνεύμα) yang di janjikan oleh Yesus sebelum kenaikannya ke surga (tertulis dalam kitab Kisah Para Rasul 1:6-9).

Menurut ajaran Kristiani, seorang Kristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh tersebut berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur, dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat Kristiani agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umat Kristiani dengan Tuhannya.

Asma’ul husna

Dalam agama Islam, Asmaa’ul husna adalah nama-nama Allah ta’ala yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berati yang baik atau yang indah jadi Asma’ul Husna adalah nama nama milik Allah ta’ala yang baik lagi indah.

Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, ma’na, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta’ala. Selain perbedaaan dalam meengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Zat Allah SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman.

Asmaaulhusna secara harfiah ialah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Para ulama berpendapat bahwa kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, umat Muslim tidak akan mudah menulis “Allah adalah …”, karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allah, akan tetapi harus dapat mengerti dengan hati dan keteranga Al Qur’an tentang Allah ta’ala. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang ditujukan pada Allah harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu. Allah itu tidak dapat di misalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu.

Adanya pola berfikir yang mencampurkan pola pikir duniawi dan kenyataan yang sebenarnya. Dalam kaidah bahasa Inggris atau bahasa kita apabila kita ingin mengetahui tentang sesuatu maka kita akan bertanya : 1. Siapakah namanya? 2. Bagaimanakah Sifatnya? 3. Dimanakan tinggalnya? atau dimanakah tempatnya? 4. Sekarang sedang apakah? semakin banyak kita bisa menjawab pertanyaan maka akan semakin baik. Perbedaan dalam ma’rifat kepada Allah ta’ala ini adalah tidak bisa dengan pertanyaan pertanyaan diatas saja. ………… silahkan datang ke Majelis Ta’lim atau Majelis Ilmu.

Para ulama menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, Allah Yang MEmiliki Maha Tinggi. Tapi juga Allah Yang Memiliki Maha Dekat. Allah Memiliki Maka Kuasa dan juga Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik.

Dalil

Berikut adalah beberapa terjemahan dalil yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadis tentang asmaa’ul husna:

  • “Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaa’ul husna (nama-nama yang baik).” – (Q.S. Thaa-Haa : 8)
  • Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” – (Q.S Al Israa’: 110)
  • “Allah memiliki Asmaa’ ulHusna, maka memohonlah kepadaNya dengan menyebut nama-nama yang baik itu…” – (QS. Al A’raaf : 180)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s