Al-Quran Obat Mujarab

AL-Quran Penawar Mujarab

Telah dijelaskan dengan begitu sederhananya bahwasanya al Quran adalah kitab suci yang penuh keagungan, dan bahkan keagungannya itu tak akan mampu dijelaskan seluruhnya oleh siapapun walau pohon dijadikan pena dan tujuh lautan dijadikan tintanya. Karena itu tentu dalam buku ini kami tidak akan menjelaskan samudera kedalaman keagungan al Quran yang begitu mengagumkan karena tentu kami tidak akan sanggup, namun pada bagian ini kami hanya akan mengusahakan untuk menyajikan kepada para pembaca setitik percikan keagungan al Quran yang dapat kami jelsakan sesuai dengan kapasitas kami sebagai insan yang penuh keterbatasan. Adapun percikan yang dimaksud adalah tentang fungsi al Quran sebagai penawar paling manjur bagi manusia khususnya dan semesta alam pada umumnya. Fungsi ini mengacu pada firman Allah SWT:

“dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Q.S. Al Israa: 82).

“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Yunus: 57).

“dan Jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (Rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (Q.S. Al Fushilat: 44).

Secara logika, setiap ada obat pasti ada penyakit, dan setiap penyakit -sebagaimana telah dikatakan dalam ajaran islam- pastilah ada obatnya, kecuali maut. Dengan pemahaman awal seperti ini maka bisa dipahami bahwa fungsi al Quran sebagai obat berarti ia mampu mengobati penyakit yang diderita umat manusia, dan karena ia berangkat sebagai mukjizat maka sudah pasti keunggulan al Quran sebagai penawar melebihi penawar lainnya. Al Quran dengan kata lain adalah obat untuk segala penyakit. kalau demikian pertanyaannya, apakah penyakit itu? penyakit secara sederhana bisa dikatakan sebagai sesuatu yang dapat menghalangi manusia dari merasakan kenikmatan ataupun kebahagiaan hidup. Dengan kata lain, penyakit adalah segala sesuatu yang tidak mengenakkan manusia. Namun perlu digaris bawahi, bahwa segala sesuatu yang tidak mengenakkan yang dapat dikatakan sebagai penyakit adalah yang mempunyai sebab musabab terjadinya, yang dapat dimaklumi sebagai penyebab seseorang menderita sakit. Sedangkan dalam pengklasifikasiannya, penyakit dapat dibagi menjadi dua yaitu penyakit jasmani dan rahani. Penyakit jasmani adalah penyakit yang mengganggu setiap jasmani manusia, sedangkan penyakit rahani adalah penyakit yang mengganggu setiap jiwa manusia.

Dalam kehidupan ini manusia seringkali dihadapkan kepada berbagai penyakit yang berkisar pada dua jenis penyakit sebagaimana yang telah di terangkan di atas, yaitu jasmani dan rahani. Mereka seringkali dihadapkan pada problem tersebut, hingga tidak jarang ada di antara mereka yang sebagian besar kehidupannya digunakan untuk memburu kesembuhan, tentunya dengan dibarengi pula dengan mengelurkan biaya yang terkadang tidak sedikit. Namun dengan pengeluaran yang luar biasa tersebut belum seratus persen menjamin kesembuhan bagi mereka. Bahkan ironisnya ada sebagian di antara mereka yang karena telah bertahun-tahun menderita suatu penyakit dan karena merasa tidak tahan menanggung penyakit yang deritanya tersebut akhirnya terpaksa memberanikan diri untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.  Inilah kenapa kemudian ada orang mengatakan “Sehat itu mahal harganya, namun sedikit sekali manusia yang mau mensyukuri nikmatnya.”

Kegelisahan dan ketakutan yang seringkali melanda sebagian besar manusia ini sebetulnya disebabkan karena mereka melupakan siapakah sejatinya yang telah memberi mereka penyakit, dan siapakah sejatinya yang mampu secara sempurna menyembuhkan penyakit mereka tersebut. Padahal sebagai seorang mukmin jawaban atas serangkaian pertanyaan di atas dapat dengan mudah dijawab. Dan tentu saja jawaban seorang mukmin adalah bahwa segala penyakit berasal dari Allah SWT, dan hanya Allah SWT-lah yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit tersebut. Siapa lagi kalau bukan Allah, karena yang kuasa atas semua ini adalah Allah SWT. Makhluk Allah tiada yang mampu memberikan madharat, karena semua makhluk Allah termasuk jin, iblis, dan syaithan adalah lemah di sisinya. Hanya Allah SWT yang kuasa atas semua ini, karena itu kewajiban bagi seorang mukmin tatkala dirinya dihadapkan pada cobaan berupa sakit adalah dengan ikhtiar dan tawakkal, yaitu kembali kepada-Nya.

Secara umum, segala macam cobaan termasuk di dalamnya sakit merupakan ujian, atau teguran, atau bahkan adzab, dan kesemuanya datang dari Allah SWT. Namun untuk lebih memperjelas apakah suatu penyakit itu merupakan ujian atau bukan, maka harus dilihat terlebih dahulu, kepada siapakah penyakit itu ditimpakan. Apabila kepada orang beriman, yang keadaan hidupnya dipenuhi dengan kebaikan, maka sudah bisa dipastikan bahwa penyakit yang dideritanya berupa ujian dari Allah SWT untuk menguji seberapa kuat keimanannya. Contoh untuk kasus ini adalah penyakit yang pernah diderita oleh nabiyullah Ayyub as. Begitu pula sebaliknya, apabila yang diuji adalah orang jahat yang sebagian kehidupannya dipergunakan nya untuk kemaksiatan, maka sudah dapat dipastikan bahwa sakit yang dideritanya merupakan azab dari Allah SWT. Dengan memperhatikan dua contoh yang saling bertolak belakang ini, al Quran sebagai penawar hanya akan berfungsi dengan sempurna untuk mengobati orang-orang yang beriman saja, sedangkan bagi orang-orang yang tidak beriman maka hanya akan sia-sia belaka. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah karena keyakinan atau keimanan itu merupakan “pembuka pintu keutamaan”, ibarat botol, maka iman adalah tutupnya. Karena itu siapa saja yang telah mengimani Allah SWT sebagai Tuhan, Muhammad SAW sebagai Rasulullah, dan Islam sebagai agama yang haq, maka telah ditetapkan bahwa pintu keutamaan akan terbuka lebar bagi dirinya, dan ia akan dapat menikmati seluruh keutamaan yang berada dalam Islam. Bukankah seseorang yang melakukan setiap amal kebaikan dapat memperoleh pahala dari amalanya tersebut apabila didasari dengan beriman kepada Allah? Demikian pula halnya keutamaan al Quran akan dapat dirasakan oleh mereka yang terlebih dahulu beriman kepada Allah, dan mengimani al Quran sebagai wahyu, mukjizat yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang di diantaranya mempunyai khasiat sebagai penawar untuk berbagai macam penyakit. Inilah kiranya satu hal dasar namun teramat penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang yang hendak berobat menggunakan al Quran.

Firman Allah SWT :

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Q.S. Al Fushilat: 41-42).

 

Untuk itu ada beberapa tahapan awal yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang hendak berobat dengan menggunakan al Quran, dan yang paling utama adalah beriman. Maksudnya, membersihkan diri dari segala hal yang masuk ke dalam kategori menyekutukan Allah. sebab yang dimaksud orang beriman adalah orang yang mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang Maha Berkuasa, dan memandang selain-Nya adalah lemah sama sekali. Dengan modal keimanan kepada Allah ini pada tahap selanjutnya akan membantu dirinya untuk lebih mudah menerima al Quran dan mempercayai khasiatnya. Al Quran adalah perantara karena itu logikanya seseorang harus beriman kepada Allah terlebih dahulu agar wasilah tersebut berfungsi. Adapun tanda orang yang telah beriman kepada Allah SWT adalah sebagaimana yang telah disebutkan dalam al Quran: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”(Q.S. Al Anfaal: 2).

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan bagi orang yang hendak menggunakan al Quran sebagai penawar adalah membersihkan jiwa dari serangkaian keburukan berupa sifat-sifat tercela, dan akhlak yang tidak terpuji. Tahapan ini jelas sangat disarankan mengingat bahwa selain sebagai hudan li al naas, al Quran sebagaimana dikatakan Sayyid Quthb juga merupakan hudan li al muttaqiin (petunjuk bagi orang yang bertakwa). Karena itu siapa saja yang berkeinginan mendapat hidayah dari perantara al Quran, hendaklah ia datang menemui dan mengamalkannya dengan hati bersih lagi tulus. Dengan demikian, cahaya dan rahasia al Quran akan terbuka dan tercurah kepada dirinya sebagaimana derasnya curahan hujan yang turun dari langit dan membasahi bumi.

Sesungguhnya yang disebut sebagai orang bertakwa adalah orang yang menjauhkan dirinya dari segala kekufuran dengan jalan beriman. Menjauh disini tidak hanya diartikan sebagai menjauh tanpa melakukan apapun, namun maksudnya adalah menjauh dan memperbaiki kualitas diri dengan jalan melaksanakan serangkaian perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan melakukan aktivitas-aktivitas yang termasuk ke dalam amal shalih. Dengan demikian, pada tahapan ini seseorang harus benar-benar membersihkan jasmani terlebih rohaninya dari segala hal yang dapat menyebabkan dirinya jauh dari Allah SWT.

Ibarat kalau kita pergi ke rumah sakit dan dokter telah mendiagnosis bahwa kita mengidap penyakit tertentu, dan dokterpun menyarankan untuk berpantang terhadap suatu makanan tertentu, maka demikian juga halnya ketika seseorang hendak menjadikan al Quran sebagai obat, maka selamanya ia harus berpantang dari hal-hal buruk yang sekiranya dapat menjauhkan dirinya dari Allah. Sebab kunci kesuksesan berobat menggunakan al Quran adalah dengan mempererat tali hubungan dengan Allah SWT.

Dilihat dari keseluruhannya, surah al Quran terdiri dari 114 surah sesuai dengan kesepakatan. Namun ada pula ulama yang mengatakan bahwasanya jumlah surah dalam al Quran sebanyak 113 dengan menjadikan surah al Anfaal dan Baraah (al Taubah) sebagai satu surah. Adapun surah yang paling utama dan paling besar khasiatnya menurut Ulama (Allah telah menempatkan diantara para Imam yang `alim tersebut tempat kedudukan yang tinggi) adalah al Fatihah, kemudian surah al Ikhlas. Mengenai hal ini telah dikatakan bahwa, “Sungguh telah Kami turunkan kepadamu tujuh yang diulang-ulang (al Fatihah) dan al Quran yang mulia.”

Dan sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Demi Dzat yang diriku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, tiada pernah diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur, dan al Quran surah seperti itu. dan sesungguhnya al Fatihah merupakan tujuh yang diulang-ulang dan al Quran yang mulia yang akan memberinya (manfaat.penj).”

Diriwayatkan, bahwa pernah ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah. Katanya, “Wahai Rasulullah SAW, surah apa yang paling agung di dalam al Quran? Rasulullah SAW pun menjawab, “Al Ikhlas.” Laki-laki tadi bertanya kembali, “Ayat apakah yang paling agung di dalam al Quran?” Rasulullah SAW menjawab, “Ayat Kursi.”

Adapun keseluruhan ayat di dalam al Quran adalah sebanyak 6666 ayat sebagaimana qaul yang masyhur. Ayat yang paling agung, paling utama, dan paling mulia adalah ayat Kursi (mengenai keutamaan ayat Kursi insa Allah akan dibahas pada pembahasan yang mendatang).

Insa Allah akan diungkap nanti pada bab tersendiri mengenai keagungan surah al fatihah, ayat Kursi, dan surah al Ikhlas berupa keagungan fadhilah-fadhilanya, manfaat yang akan diperoleh bagi orang yang bersedia mengamalkannya, keajaiban-keajaiban rahasia dan kemuliaan ke-khususan-nya, serta tambahan berkah yang akan diperoleh bagi para pengamal, sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadist Shahih. Rasulullah bersabda (Semoga penghormatan paling sempurna dan ucapan salam paling suci senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW), “Dan kabar gembira yang besar bagi orang yang membacanya.”

Sungguh telah banyak dijumpai pula dalam hadist-hadist yang secara khusus menerangkan tentang keutamaan surah-surah al Quran lainnya, seperti keutamaan surah Yaasiin, surah al Fath, surah al Waaqi`ah, surah al Mulk, surah al Naba`, surah al Dhuha, surah Alam Nasyrah (al Insyirah), surah al Qadr, surah al Bayyinah, surah al Zalzalah, surah al Kaafiruun, surah al Nashr, Mu`awwidzatain, dan sebagian ayat seperti

kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.” (Q.S. Al Baqaarah: 284-286).

Dan tiga ayat pertama dari surah al An`am, yaitu:

“segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang, Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.  Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.” (Q.S. Al An`aam: 1-3).

Dan dua ayat terakhir dari surah al Taubah, yaitu:

“sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”. (Q.S. Al Taubah: 128-129).

Dua ayat terakhir surah al Hasyr:

Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al Hasyr: 23-24).

Selain beberapa ayat di atas, masih banyak lagi ayat-ayat lain dari surah-surah al Quran yang mengandung fadhilah, manfaat yang besar bagi orang yang istiqamah mengamalkannya. Sebagaimana tauladan kita Rasulullah SAW yang senantiasa mendawamkannya setiap hari, baik itu pada pagi hari, sore hari, maupun malam hari. Bahkan Rasulullah SAW telah memerintahkan dan mewasiatkan kepada umatnya untuk belajar, mengajarkan, dan menyiarkannya kepada umat Islam baik laki-laki maupun perempuan. Kemudian wasiat itupun diteruskan oleh para shahabat, ulama, dan salaf al Shalih.

Sungguh para ulama al Aamiliin telah merutinkan diri dengan membacanya baik siang maupun malam, dan mereka juga telah menjelaskan keutamaan bagi orang yang membacanya, menghitungnya (menghitung bacaannya.penj) dan menjadwalkannya, serta menjanjikan manfaat-manfaat yang akan diperolehnya. Karena itu tiada alasan lagi bagi mereka yang berhajat menjadikan al Quran sebagai penawar, untuk mendawamkan surah-surah penting tersebut. Selian itu juga diharapkan agar  mereka memerintahkan dengan suatu perintah yang tegas kepada keluarga dan saudara mereka untuk memperbanyak membacanya, sehingga barakah dan kemuliaan akan senantiasa mereka rasakan. Karena itu apabila memungkinkan, diharapkan sekali untuk memilih salah satu dari surah ataupun ayat tersebut kemudian mewajibkan diri dengan mengamalkannya secara istiqamah. Maka insya Allah, Allah akan memberi kebaikan kepadanya.

Sesungguhnya membaca al Quran merupakan washilah seorang hamba yang paling utama sehingga dirinya mendapatkan curahan ampunan dari Allah. Dan juga merupakan seagung-agung washilah untuk dapat memasuki syurga yang di dalamnya penuh kenikmatan. Di sisi lain al Quran juga merupakan argumen paling kuat yang penuh dengan kebenaran. Sungguh al Quran adalah kalamullah yang tak mempunyai cacat sedikitpun, dan membacanya merupakan puncak dzikrullah dan seutama-utama ibadah kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan kalamullah atas seluruh kalam seperti keutamaan Allah atas seluruh ciptaannya (maksudnya seluruh makhluknya).”

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ingin bercakap-cakap dengan Allah, maka bacalah al Quran.”

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian ingin menyebabkan Allah cinta, maka bacalah al Quran.”

Rasulullah SAW bersabda, “Andai seluruh pahala shalat dikumpulkan, maka tidak akan sebanding dengan pahala satu hurufpun dari al Quran.”

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca al Quran seakan-akan berdialog denganku.” (HR. Al Dailami).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca al Quran, maka sungguh akan mendekatkan Nubuwwah diantara dua sisinya, walau sesungguhnya itu bukanlah wahyu.” (HR. Al Haakim).

Allah SWT berfirman dalam al Quran:

“Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.” (Q.S. Al A`raaf: 185).

Firman Allah SWT:

“dan ikutilah Sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,” (Q.S. al Zumar: 55).

“dan orang-orang yang menjauhi Thaghut (yaitu) tidak menyembah- nya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku,  yang mendengarkan Perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (Q.S. Al Zumar: 17-18).

Maka ketahuilah, bahwasanya ayat-ayat dan hadist-hadist di atas menjelaskan secara jelas tentang rahasia-rahasia al Quran, sekaligus mendorong, memberi motivasi, memberi peringatan, dan mengajakan, kepada setiap orang untuk giat membaca al Quran. Selain itu juga untuk membangunkan orang-orang yang terlelap dalam kelalaian mereka, menakut-nakuti, mengancam, serta menegur orang-orang yang sibuk dengan selain al Quran. Akhirnya, tentu tiada keraguan lagi bagi orang yang hendak menjadikan al Quran sebagai penawar ketika dirinya telah mengetahui dan memahami akan keutamaan al Quran ini. Dan hanya orang-orang yang tuli, bisu, dan buta sajalah yang tidak mampu memahaminya. Sebagaimana firman Allah:

“ mereka tuli, bisu dan buta, Maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),” (Q.S. Al Baqaarah: 18)

Dinukil ;

Al-Haqiir wal faqiir fil’ilmi wal adab

( Mahidin Azhari )

Website : https://desabanjarejo.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s