Keutamaan Al-Quran

Keutamaan AL-Qur`an

A. Pancaran Keagungan Al Quran

Tiada kitab suci yang lebih hebat dan lebih mulia dibandingkan dengan al Quran. Karena selain sebagai penyempurna bagi kitab-kitab para Rasul terdahulu, al Quran adalah petunjuk bagi umat manusia. Dalam kapasitasnya sebagai kitab suci paling akhir, al Quran merupakan pengokoh bagi kebenaran yang pernah terkandung dalam kitab-kitab suci terdahulu yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah Yang Maha Esa, beriman kepada para Rasul, membenarkan adanya balasan pada hari akhir, keharusan menegakkan hak dan keadilan, berakhlak luhur serta berbudi mulia dan lain-lain.

Allah SWT berfirman:

 “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,” (Q.S. Al Maaidah: 48).

Ajaran-ajaran yang termuat dalam al Quran adalah kalam Allah yang terakhir untuk member kan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia, inilah yang dikehendaki oleh Allah SWT supaya tetap sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya. Maka dari itu jagalah kitab al Quran agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang sebenarnya atau pun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau mengurangi kelengkapannya.

Adapun al Quran sebagai petunjuk bisa dipahami sebagai nur yang terang, ibarat penunjuk jalan maka al quran adalah obor yang menerangi dan Rasulullah SAW adalah sang pembawa obor tersebut, yang beliau juga membawa kunci pembuka gerbang Islam yang di dalamnya terdapat cahaya terang benderang dan penuh kemuliaan. Bahkan dalam suatu bahasa pujian yang sangat indah, al Quran dikatakan sebagai hidangan Ilahi (ma`dubatullah) yang di dalamnya tersaji berbagai macam pelajaran penting bagi seluruh umat manusia. Menurut Dr. Quraisy Shihab, fungsi al Quran sebagai hidangan Ilahi yaitu membantu manusia untuk memperdalam pemahaman dan penghayatan tentang islam dan merupakan pelita bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Di lain sisi, keberadaan al Quran dalam Islam juga mempunyai kedudukan yang sangat penting karena ia merupakan mukjizat, tanda bukti kebenaran risalah yang di bawah oleh Rasulullah SAW. Dengan kata lain, al Quran in berperan besar dalam menjalankan tugasnya sebagai kunci masuk Rasulullah SAW menuju medan dakwah yang sangat berat. Dikatakan kunci masuk, karena al Quran sebagai mukjizat mampu melumpuhkan anggapan orang-orang Arab yang meremehkan Rasulullah SAW dan mengatakan kepada beliau bahwa mustahil bagi beliau untuk mengadakan perubahan sempurna pada bangsa Arab. Namun dengan kehadiran al Quran, maka kemustahilan yang dikatakan itu dapat dengan mudah dilalui oleh Rasulullah SAW, bahkan dalam kurun waktu beberapa tahun saja beliau mampu mengajak para petinggi Quraisy seperti Umar Ibn Khattab untuk memeluk Islam dan menjadi pembela Islam yang tangguh.

Ini adalah sebagian kecil kehebatan al Quran yang nampak. Karena yang harus digaris bawahi di sini adalah bahwa al Quran sebagai kalamullah sekaligus mukjizat Rasulullah SAW, pasti mempunyai kehebatan, dan keluarbiasaan yang tiada tandingannya.

Segala sesuatu, apapun itu, ketika ia merupakan mukjizat, maka sudah pasti ia luar biasa. Misalnya saja tongkat nabi Musa as yang berubah menjadi ular besar. Ia menjadi luar biasa karena ia berangkat dari kuasa Allah SWT yang telah menetapkannya sebagai mukjizat. Begitu pula halnya dengan al Quran, iapun menjadi luar biasa karena ia berangkat dari kuasa Allah, dan Allah telah menakdirkannya sebagai hujjah,  petunjuk, pemberi kabar gembira sekaligus peringatan, kepada manusia seluruh alam. ia menjadi mukjizat karena ia berguna untuk seluruh alam, tidak hanya dikhususkan kepada bangsa Arab semata. Dan dengan memperhatikan kehebatan al Quran yang demikian ini menjadi wajar apabila ia merupakan mukjizat yang tiada seorang-pun mampu menyamai keindahan bahasa dan kedalaman maknannya, sebagaimana firman-Nya dalam al Quran : “Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (Q.S. Al Nisaa: 82).

Dan firman Allah pula:

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Q.S. Al Israa: 88)

 

Dan firman Allah pula:

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini Setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.” (Q.S. Az Zumaar: 27).

“dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.”(Q.S. Al `Ankabuut: 43).

Sebagai sebuah mukjizat yang berasal dari Allah, Dzat Yang Maha Kuasa, al Quran turun dengan memperkenalkan dirinya sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Setiap petunjuk berarti berfungsi membantu memberikan arah dan pemahaman yang jelas dan benar, karena itu maksud al Quran sebagai petunjuk adalah al Quran berfungsi untuk menunjukkan kepada umat manusia jalan kebenaran, yang di dalamnya penuh dengan keridhaan Tuhan. Dengan pertimbangan inilah, maka kewajiban bagi kita sebagai seorang mukmin muslim, adalah harus mempercayai setiap isi kandungannya adalah berasal dari firman Allah, karena itu pasti memiliki keutamaan yang hebat, luas, dan keutamaan khusus yang tidak dimiliki oleh sesuatu selainnya. Di atas kita telah memahami bahwa al Quran merupakan kitab yang berfungsi sebagai hujjah, petunjuk, pemberi kabar gembira sekaligus peringatan, kepada manusia seluruh alam. Fungsi ini secara jelas dapat kita amati dari beberapa ayat berikut.

Firman Allah SWT: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”(Q.S. Al Baqaarah: 2).

Fungsi utama yang ditegaskan pada ayat di atas adalah bahwa al Quran adalah mukjizat yang paling sempurna, tiada keraguan di dalam kandungan, kesempurnaan, dan fungsinya sebagai petunjuk seluruh alam walau harus dipahami bahwa untuk mendapatkan manfaat darinya terlebih dahulu harus mengucapkan ikrar persaksian bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah. Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat ini maka seorang mukmin akan mendapatkan petunjuk dari Allah sehingga dirinya punya peluang besar untuk mampu menggapai kedudukan al Quran yang amat tinggi, yang dalam ayat di atas diisyaratkan dengan menggunakan kata “itu”. Sebagian ulama mengatakan bahwa penggunaan kata “itu” mengisyaratkan tingginya derajat al Quran, sedangkan di lain ayat yang menggunakan kata “ini” menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fitrah manusia.

Firman Allah SWT pula :“dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Quran kepada mereka, mereka berkata: “Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(Q.S. Al A`raaf: 203).

“dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (Q.S. Al Baqarah: 23).

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(Q.S. Al Nisaa: 59).

“dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Q.S. Al Maaidah: 16).

Dengan memperhatikan al Quran sebagai kalam Ilahi yang demikian hebatnya, tentu sudah seharusnya bagi  kita sebagai umat yang percaya terhadapnya memberikan posisi khusus kepadanya. Posisi khusus itu bisa berupa kesadaran batin, bisa berupa sifat, bisa pula berupa sikap atau perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang secara nyata dan jelas di dalamnya tercermin isi kandungan al Quran tersebut. Tentunya ini hanya akan dapat terwujud apabila dilandasi dengan kepercayaan. Oleh karena itu, pada bab terdahulu kita menyajikan perlunya membangun pondasi awal keimanan kita dengan senantiasa memperkokoh dan memperteguh makna kandungan dua kalimah syahadat, baik itu secara lisan maupun terapan.

 

Keagungan al Quran secara ibarat tetesan air yang jatuh ke tanah dan memperciki sekeliling nya, sehingga sekelilingnya ikut terkena dampak keagungannya. Maksud dari analogi ini adalah bahwa keagungan al Quran membawa dampak positif universal bagi orang yang bersedia mengimani, mengamalkan, atau minimal membacanya. Dampak ini bermacam-macam bentuknya, mulai dari perubahan derajat, kondisi kehidupan, atau meningkatnya taraf kehidupan. Ini perubahan yang cenderung dapat diperhatikan dari wujud kongkretnya.

Namun dilihat dari sudut perubahan bathiniyah seseorang, perubahan bagi mereka yang bersedia mengamalkannya jauh lebih terasa walau tidak bisa disaksikan secara kasat mata. Perubahan itu dikatakan dalam al Quran berupa ketenangan bathin, kemantapan iman, dan perubahan kualitas akhlak atau budi pekerti. ini membuktikan bahwa keagungan yang dimiliki al Quran adalah sebuah rahmat bagi semesta alam, yang lantaran dengannya alam bisa tetap eksis dengan kualitas yang baik. Allah berfirman mengenai keagungan dan keutamaan al Quran ini:

“dan Sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al A`raaf: 52)

Baik Rasulullah SAW maupun al Quran adalah petunjuk. Peran keduanya sebagai petunjuk dapat dipahami sebagai sebuah peran yang saling melengkapi, dimana Rasulullah SAW sebagai seorang insan sempurna yang di dalamnya dipenuhi jiwa keagungan al Quran, atau dengan kata lain Rasulullah SAW adalah al Quran berjalan. Jadi bisa diibaratkan bahwa al Quran adalah akhlak, dan Rasulullah SAW pelaku atau seorang tokoh utama yang memiliki akhlak al Quran tersebut. Dan al Quran dalam fungsi ini memiliki dua kelebihan, yaitu kelebihan untuk memberikan kebaikan pada jiwa seseorang dan kelebihan dalam memikat hati manusia seluruhnya. Lebih jauh lagi penjabaran tentang kelebihannya yang kedua ini, dapat diamati dari segi kehebatan bahasa yang digunakannya, di mana al Quran merupakan kitab suci yang sangat puitis dengan kualitas sastra tinggi (namun bukanlah al Quran itu puisi atau syair), sangat fasih, dan retorik. Bahasanya begitu indah, mempesona, memukau, dan mampu menggetarkan hati setiap makhluk Allah, baik itu berupa jin, maupun manusia, bahkan alam semesta.

Mengenai hal ini Mahmud Syaltut telah menjelaskan bahwa keistimewaan al Quran setidaknya menyentuh tiga aspek: pertama, ketelitian dan keindahan redaksinya. Kedua, isyarat-isyarat ilmiahnya. Ketiga, pemberitaan hal gaib masa lalu dan datang yang diungkapkannya.

Allah SWT telah berfirman dalam al Quran:

“kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Q.S. Al Hasyr: 21).

Selain sebagai kitab suci yang penuh keagungan, al Quran berada dalam puncak derajat wahyu, yang berfungsi sebagai penyempurna risalah para Rasul terdahulu. Al Quran juga seagung-agungnya keutamaan, sebagus-bagusnya kelembutan, sesempurnanya misteri, seutama-utamanya kekhususan, pemberi manfaat terbanyak, seindah-indahnya keuntungan, serta tiada akan pernah selesai bagi siapapun untuk menuliskan rahasianya nan ajaib, maknanya yang banyak, fadhilahnya yang teramat banyak, dan keutamaannya yang teramat besar. Bahkan kehebatan al Quran ini apabila ditulis dengan tulisan setebal apapun tidak akan cukup untuk menjabarkan dan menjelaskan kehebatannya. Sebagaimana firman Allah SWT : “dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepada nya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Luqmaan: 27).

 “ Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (Q.S. Al Kahfi: 109).

Sungguh, kepala tiba-tiba tertunduk ketika memperhatikan dua ayat agung ini, bahkan seakan-akan tangan enggan meneruskan menulis, karena merasa sangat kecil dan lemah dihadapan al Quran. Baru di hadapan al Quran, semua makhluk bisa terlihat kecil tak berdaya, baru di hadapkan pada al Quran seluruh manusia tidak berkutik dibuatnya, bagaimana nantinya andai manusia telah dihadapkan kepada Rabbnya, sungguh manusia tiada mempunyai kuasa apa-apa. Karena itu sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang beriman terhadap wahyu al Quran untuk memuliakan al Quran semulia-mulianya, dan bentuk pemuliaan yang terbaik adalah dengan mengamalkannya.

 

B. Dalil-Dalil Keutamaan al Quran

Þ      Allah SWT berfirman dalam al Quran:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Q.S. Faathir: 29-30).

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al Quran dan mengajarkannya.” (Riwayat Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari dalam shahihnya).

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang membaca al Quran sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca al Quran, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al-Hujjaj bin Muslim Al- Qusyaiy An-Nisabury dalam dua kitab Shahih mereka).

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca al Quranadalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca al Quranseperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca al Quran adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al Quranadalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (HR. Bukhari & Muslim)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah al Quran karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak boleh iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang al Quran dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (HR. Bukhari & Muslim)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (HR. Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi dan katanya: hadits Hasan Shahih)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Allah SWT berfirman: Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji al Quran dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orangorang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (HR. Tirmidzi dan katanya: hadits hasan)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Dikatakan kepada pembaca al Quran, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I, Tirmidzi berkata, hadits hasan sahaih)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah al Quran karena Allah tidak menyiksa hati yang menghayati al Quran. Dan sesungguhnya al Quran ini adalah jamuan Allah, maka siapa yang masuk di dalamnya, dia pun aman. Dan siapa mencintai al Quran, maka berilah kabar gembira.” (HR. Al Darimi).

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (HR. Tirmidzi dan katanya: hadits hasan sahih)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar al Quran dan mengajarkannya.” (Al Hadist).

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (HR. Abu Dawud)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Diriwayatkan dari Abu Musa al Asyari, katanya: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya termasuk menggagungkan Allah SWT adalah memuliakan orang tua yang muslim dan pengkaji al-Quran yang tidak melampau batas dan tidak menyimpang dari padanya serta memuliakan penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud dan ia hadits hasan)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah mempunyai 2 ahli diantara manusia”. Sahabat bertanya, ”Siapakah mereka itu wahai Rasulullah SAW?”. Beliau menjawab, “Ahli al Quran adalah ahli Allah, dan orang-Nya khusus.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

Rasulullah SAW selalu membaca al Quran. Beliau juga suka mendengarkan bacaan dari sahabatnya, khususnya sahabat Ibnu Mas’ud. Beliau berlinang air matanya bila membaca dan mendengarkan bacaan al Quran, seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadist dari Ibnu Mas’ud: Suatu ketika Rasulullah SAW meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakan al Quran. Ibnu Mas’ud berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah saya membacakan untukmu, padahal al Quran diturunkan kepadamu?”. Dijawab nabi SAW: “Saya ingin mendengar dari orang lain”. Ibnu Mas’ud berkata, ”Maka saya bacakan surat An Nisa hingga sampai pada ayatFa kaifa idzaa ji’na min kulli ummatin bisyahidin waji’na bika ’ala ha’ula’i syahiida” (Bagaimanakah jika Kami telah mendatangkan untuk setiap ummat saksinya dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas semua ummat itu). Nabi bersabda, “Cukuplah sampai di sini”. Saya menoleh melihat nabi SAW sedang bercucuran air mata.“ (HR. Bukhari dan Muslim).

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

Dikatakan kepada orang yang berteman dengan al Quran, “Bacalah dan bacalah sekali lagi serta bacalah dengan tartil, seperti yang dilakukan di dunia, karena manzilah-mu terletak di akhir ayat yang engkau baca. “ (HR Tirmidzi)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang paling berhak menjadi imam dari suatu kaum adalah orang yang terpandai membaca Kitab Allah diantara mereka. Jika mereka sama taraf dari segi bacaan. maka yang lebih mengetahuai tentang sunnah.” (HR. Muslim)

Þ      Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Nabi saw mengumpulkan antara dua orang korban perang Uhud, kemudian berkata, ‘Siapa yang lebih banyak hafal Al-Qur’an di antara keduanya, beliau mendahulukannya masuk ke liang lahat.” (HR. Bukhari)

Dinukil ;

Al-Haqiir wal faqiir fil’ilmi wal adab

( Mahidin Azhari )

Website : https://desabanjarejo.wordpress.com

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s