Nuzul Al-Quran

NUZUL AL-QUR’AN

Alhamdulillah syukur atas nikmat iman dan Islam kurniaan Allah SWT ke atas hambaNYA yang hina ini. Tidak terlewat untuk saya kongsikan pengisian mengenai Nuzul al-Quran memandangkan bulan Ramadhan adalah bulan turunnya al-Quran. Semoga bermanfaat untuk semua.

Terdapat tiga ayat yang menjelaskan mengenai turunnya al-Qur’an secara sekaligus. Namun ketiga-tiga ayat tersebut sekilas terlihat bertentangan satu dengan yang lainnya. Ketiga-tiga ayat tersebut adalah:

[1] al-Baqarah, 2: 185

” (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil..”

[2] al-Qadr, 97:1

“Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”

[3] ad-Dukhan, 44:3

“Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”

Sebenarnya ketiga-tiga ayat di atas tidak saling bertentangan, kerana malam yang diberkahi [ad-Dukhan, 44:3] adalah malam lailatul Qadr[al-Qadr, 97:1] yang berada di bulan Ramadhan [ad-Dukhan, 44:3]. Dan diturunkannya secara sekaligus. Namun yang terlihat bertentangan adalah, antara turunnya al-Quran secara sekaligus berdasarkan ayat-ayat di atas, dengan realiti kehidupan Rasulullah SAW, di mana dikatakan bahawa al-Quran diturunkan selama lebih kurang 23 tahun.
Pandangan-pandangan Mengenai Penurunan al-Quran
Menanggapi hal tersebut, ulama memiliki beberapa pandangan yang secara singkat dapat disimpulkan menjadi 3 pandangan:

[1] Mazhab Pertama (Ibnu Abbas dan beberapa ulama’)

Yang dimaksud dengan turunnya al-Quran dalam ketiga-tiga ayat di atas adalah turunnya al-Quran secara sekaligus ke Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian setelah itu, al-Quran diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW selama lebih kurang 23 tahun, sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadiaN-kejadiannya. Ibnu Abbas mengatakan:

أنزل القرآن في ليلة القدر في شهر رمضان إلى سماء الدنيا جملة واحدة ثم أنزل نجوما

“Al-Quran diturunkan pada malam lailatul Qadr pada bulan Ramadhan ke langit dunia secara sekaligus, kemudian diturunkan secara bertahap.”

[2] Mazhab Kedua (as-Sya’bi)

Yang dimaksud dengan turunnya al-Quran dalam ketiga-tiga ayat di atas ialah permulaan turunnya al-Quran kepada Rasulullah SAW, yang terjadi pada malam lailatul Qadr di bulan Ramadhan, yang merupakan malam yang diberkahi. Kemudian berlanjut penurunannya secara bertahap sesuai dengan kejadian dan peristiwa-peristiwa selama lebih kurang 23 tahun. Kesimpulan dari pendapat ini adalah bahawa al-quran hanya memiliki satu kali penurunan, iaitu turun secara bertahap ke Rasulullah SAW yang dimulai di bulan Ramadhan pada malam yang diberkahi, iaitu malam lailatul Qadr. Adapun dalil yang digunakan adalah: [al-Isra’, 17: 106]

“Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.”

[3] Mazhab Ketiga (ijtihad sebahagian mufassir)

Sebahagian ulama’ lain mengemukakan bahawa al-Quran diturunkan le langit dunia selama 23 malam lailatul Qadr, ertinya pada setiap tahun, Allah menurunkan al-Quran pada malam lailatul Qadr ke langit dunia dengan sejumlah ayat tertentu, untuk kemudian diturunkan secara beransur kepada Rasulullah SAW sepanjang satu tahun.

Daripada ketiga-tiga pendapat di atas, pendapat yang dijadikan sandaran bagi para ulama’ adalah pendapat yang pertama, yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas r.a., adapun pendapat kedua yang dikemukan oleh As-Sya’bi, dengan dalil-dalil yang sahih juga diterima dan tidak bertentangan dengan pendapat Ibnu Abbas (al-Qattan, 1995: 103)

Mengenai kesahihan pendapat pertama, Imam al-Qurtubi mengutip riwayat dari Muqatil bin Hayyan yang mengemukakan tentang adanya kesepakatan atau ijma’ ulama’ bahawa al-Quran diturunkan secara sekali gus dari Luh Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia.
TURUNNYA ALQURAN SECARA BERANSUR-ANSUR

Adapun mengenai diturunkannya al-Quran secara beransur-ansur, dalam al-Quran terdapat beberapa dalil yang menunjukkan al-Quran diturunkan secara beransur-ansur. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:

[1] as-Syu’ara, 26:192-195

“Dan Sesungguhnya Al Quran Ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta Alam, Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, Dengan bahasa Arab yang jelas.”

[2] an-Nahl, 16: 102

“Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang Telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.”

[3] al-Jathiyah, 45:2

“Kitab (ini) diturunkan dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

[4] al-Baqarah, 2: 23

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

[5] al-Baqarah, 2: 97

“Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu Telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Berdasarkan ayat2 di atas, dapat disimpulkan hal-hal berikut:

[1] al-Quran adalah kalam Allah yang lafaznya berbahasa arab.

[2] Jibril telah menurunkannya ke dalam hati Rasulullah SAW.

[3] turunnya al-Quran ini bukanlah yang pertama ke langit dunia, namun yang dimaksud adalah turunnya secara bertahap.

Kemudian kita perhatikan, ayat-ayat di atas menggunakan lafaz tanzildan bukan lafaz inzal. Dan dalam kaedah bahasa arab, para ulama’ juga membezakan antara keduanya:

الإنزال والتنزيل

Tanzil bererti turun secara beransur-ansur, sedangkan inzal hanya menunjukkan turun atau menurunkan dalam erti umum.

Dan jika diperhatikan ayat-ayat di atas, Allah SWT menggambarkannya dengan lafaz tanzil dan tidak menggunakan lafaz inzal. (Tanzilmerupakan bentuk masdar dari nazzala; dengan tasydid pada huruf za’). Hal ini menunjukkan bahawa al-Quran diturunkannya secara bertahap. Menguatkan hal tersebut adalah firman Allah SWT: [Al-Isra’, 17;106]

Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.”

Apakah Kitab-Kitab Terdahulu Juga Diturunkan Secara Beransur-Ansur?

Dari penjelasan ini, muncul pertanyaan: jika al-Quran diturunkan dari Baitul Izzah di langit dunia kepada Rasulullah SAW secara bertahap, maka bagaimanakah dengan kitab-kitab yang terdahulu. Apakah kitab-kitab terdahulu itu diturunkan secara bertahap atau secara sekaligus?

Menanggapi pertanyaan tersebut, al-Qattan (1995: 106)mengemukakan,bahawa kitab-kitab samawi yang lain seperti Taurat, Injil dan Zabur diturunkan secara sekaligus dan tidak beransur-ansur. Hal ini dikuatkan dengan firman Allah SWT: [al-Furqan, 25: 32]

“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s